Jalur Evakuasi Merapi Ditambah

KLATEN – Jalur evakuasi erupsi Gunung Merapi di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang akan ditambah. Pembangunan jalur baru ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko kebencanaan mengingat Panggang hanya memiliki satu jalur untuk evakuasi bencana alam.

Kepala Desa (Kades) Panggang Nandang Nuryanto mengemukakan, wilayahnya termasuk kawasan rawan bencana karena hanya berjarak 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Selama ini Desa Panggang hanya memiliki satu jalur evakuasi.

Padahal jalur tersebut juga digunakan warga lereng Merapi dari Sleman karena letaknya berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Dengan jalur baru nanti kami harap (evakuasi) tidak menumpuk di satu jalur saja,” ungkapnya ditemui wartawan seusai rapat pleno pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Makodim 0723/Klaten kemarin.

Jalur baru dengan panjang total 4.788 meter akan dibuat melingkar atau ring road dan dibangun pada pelaksanaan TMMD bulan depan. Namun yang dibangun pada TMMD hanya 1.596 meter, dan sisanya dilanjutkan dengan Dana Desa. Total anggaran pembangunan jalur evakuasi pada TMMD mencapai Rp200 juta.

Api Unggun Dilarang

Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan kembali menghantui kawasan Gunung Merapi. Untuk meminimalisasi bencana serupa, pendaki yang naik ke gunung dengan ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut dilarang membuat api unggun.

Pendaki juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran. Koordinator Tim SAR Barameru Merapi Syamsuri mengatakan pesan berisi larangan telah dipasang di dekat pintu jalur pendakian di Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali.

Larangan diberlakukan guna mencegahperistiwakebakarandi jalur pendakian maupun kawasan hutan lindung Merapi beberapa waktu lalu. Para pendaki juga dilarang sampai ke puncak. “Pendaki hanya boleh sampai Pasar Bubrah.

Pendakian ke puncak Merapi hanya untuk kepentingan penelitian,” ungkap Syamsuri kemarin. Pendakian sampai ke puncak dilarang karena pascaerupsi 2010 lalu bebatuan sangat labil dan rawan longsor. Kondisi tersebut sangat berbahaya mengingat kasus pendaki terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi pernah terjadi.

telah dibaca: 79 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *