Jamasan Gong Kyai Cokro Jadi Puncak Acara Grebeg Trunuh

KLATEN- Warga Klaten tumpah ruah di acara Grebeg Trunuh Memetri Sendang Sri Mulyani di Minggu pagi (16/9/2019). Bertempat di dukuh Sraten, Trunuh, Klaten Selatan warga menyaksikan prosesi jamasan Gong Kyai Cokro yang konon cerita digunakan penduduk menutup sendang Sri Mulyani agar tidak meluap dan membuat banjir seluruh desa.
Selain acara jamasan Gong Kyai Cokro, warga yang datang juga disuguhi bermacam hiburan dan atraksi. Mulai drumband, kesenian rebana sampai tarian-tarian Jawa. Warga tampak antusias bahkan merangsek mendekati panggung ketika Bupati Klaten Sri Mulyani memotong gunungan tumpeng dan membagikan kepada warga.
“Acara Grebeg Trunuh dan Jamasan Gong Kyai Cokro ini memang baru pertama kali digelar. Tapi melihat antusias warga masyarakat, diharapkan Sendang Sri Mulyani bisa menjadi ikon dan destinasi wisata di Klaten Selatan” kata Camat Klaten Selatan Joko Hendrawan.
Ditambahhkan Joko Hendrawan dulu ceritanya sendang Sri Mulyani meluap dan membuat banjir warga sekitar. Maka Grebeg Trunuh ini menjadi ungkapan warga syukur warga agar dijauhkan dari bencana dan dijaga dalam keselamatan. Saat ini Sendang Sri Mulyani digunakan petani untuk pengairan. Sawah dari Trunuh sampai Wedi memanfaatkan sumber Sendang Sri Mulyani.
“Warga mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata sendang Sri Mulyani. Semoga nanti Grebeg Trunuh dan Sendang Sri Mulyani bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Klaten” kata Apriyanto selaku seksi acara Grebeg Trunuh Memerti Sendang Sri Mulyani.

sendang sri mulyani (2)
sendang sri mulyani

telah dibaca: 60 kali

Comments are closed.