Jari Kaki Alfian Mulai Lincah Memainkan Laptop

KLATEN – Semangat seorang Alfian Fahrul Nabilia, pelajar 18 tahun yang kedua tangannya terpaksa diamputasi akibat kecelakaan semasa PKL program sekolah nya pantas diacungi jempol. Harus kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan saat praktek, tak menjadikan pelajar kelas 12 SMK 1 Jogonalan Klaten patah arang.

Alfian terus bangkit mengatasi keterbatasan nya. Kedua kakinya kini menjadi kekuatan baru. Bahkan kini jari – jari kaki itu mulai lincah memainkan tombol tuts laptop miliknya.

Tak canggung Alfian yang menggenakan kaos putih dan celana panjang olahraga itu menggerakkan tuts laptop dengan jari kakinya. Duduk di atas kursi kayu teras rumah, Alfian mulai biasa menggunakan laptop untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Di hadapan awak media Alfian mengaku ingin melanjutkan belajar di baku kuliah.

“Saat ini saya sudah mendaftar di Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Yogyakarta. Sekarang masih tahap seleksi” kata Alfian Jumat 29/03/21) kepada awak media didampingi ayahnya Wagimin saat menerima kunjungan Bupati Klaten Sri Mulyani ke rumah nya di Dukuh Dalem RT 02/02 Sawit Gantiwarno Klaten (19/03/21).

Baca Juga:  Tiga Amalan Langit Sebagai Pelindung Balak di Bumi

Alfian berharap bisa memiliki tangan bantu robotik. Alat ini baginya akan membantu aktifitas nya.

‘Semoga tangan robotik bisa kami miliki untuk beraktivitas. Saya berterimakasih kepada banyak pihak yang telah membantu” kata Alfian.

Alfian mengalami kecelakaan tersengat aliran listrik saat PKL memasang jaringan WiFi di desa Pasung, Wedi, Klaten setahun lalu tepatnya 9 Maret 2020. Beruntung nyawa nya masih bisa diselamatkan. Sayang luka bakar dikedua tangan, memaksa pelajar kelas 12 SMK 1 Jogonalan harus kehilangan kedua tangan nya. Ia masih berharap mimpinya memiliki tangan robotik bisa menjadi nyata guna mewujudkan cita-citanya menjadi sarjana.

Penulis Joko Priyono Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 63 kali

Comments are closed.