Kemenkominfo Apresiasi Program Klaten Smart City

Klaten – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memberikan apresiasi terhadap program smart city yang diimplementasikan di Kabupaten Klaten. Di antara yang paling menonjol adalah keterpaduan Pemerintah Kabupaten dengan masyarakat dalam mendukung program tersebut.

Koordinator Masterplan Smart City Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kemenkominfo, Hasyim Gautama mengatakan dari paparan program yang disampaikan, program Klaten Smart City mendapatkan dukungan anggaran bukan hanya dari pemerintah daerah melalui APBD Kabupaten Klaten dan APBD Provinsi Jawa Tengah, namun juga Corporate Social Responsibility (CSR).

“Adanya dana dari CSR ini menunjukkan keterpaduan masyarakat, khususnya dunia usaha yang ada di Kabupaten Klaten dalam mendukung program smart city,” paparnya saat tinjauan lapangan implementasi smart city secara virtual, Kamis (3/6/2021).

Tinjauan lapangan tersebut digelar melalui video conference di Ruang Rapat Utama Gedung B Kompleks Setda Klaten. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani dan didampingi Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustofa.

Hasyim menambahkan selain dukungan CSR, program yang diimplementasikan dalam Klaten Smart City merupakan inovasi yang mempertegas keberadaan smart city itu sendiri. Hal lantaran smart city bukan hanya berkutat pada penerapan inovasi teknologi dalam layanan pemerintahan, namun juga dibutuhkan inovasi non teknologi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga:  PPKM Diperpanjang, Bupati Klaten Keluarkan Empat Instruksi Tegas

“Tinjauan lapangan ini bertujuan untuk mengukur dampak implementasi smart city yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustofa mengatakan program smart city telah dirancang mulai 2019 dan mendapatkan dukungan penuh Pemkab Klaten yang tertuan dalam Perbup 52/2020 tentang masterplan smart city. Adapun program inovasi dalam implementasi Klaten Smart City, yaitu :

1. Sistim Manajemen Administrasi Desa atau Smard dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mewakili dimensi smart goverment.

2. Program Matur Dokter dari Dinas Kesehatan mewakili dimensi smart living.

3. Program Sistim Informasi Ketenagakerjaan dan Industri atau Sikendi dari Dinas Perindusterian dan Tenaga Kerja mewakili dimensi smart economy.

4. Program Satu Hari Dua Berita atau Sariduta dari Dinas Komunikasi Informatika mewakili smart branding.

5. Program Sekolah Sungai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mewakili dimensi smart enviroment.

6. Program Titip Berkas Arsip Digitalku atau Titip Bandaku dari Dinas Arsip dan Perpustakaan mewakili dimensi smart society.

“Konsep smart city adalah keterpaduan stakeholder yang ada di suatu wilayah, baik pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dan individu dalam menciptakan iklim layanan yang efektif, efisien, cepat, tepat, dekat serta ditunjang dengan adanya teknologi informasi. Sekaligus mengembang inovasi dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur : Waspadai Varian Baru Virus Covid 19

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 84 kali

Comments are closed.