Kepencut, Inovasi Titip Bandaku Dipinang 3 Kabupaten Tetangga di Jawa Tengah

KLATEN – Inovasi Titip Bandaku yang diluncurkan Pemkab Klaten yang bertujuan untuk penmyelamatan arsip vital masyarakat di daerah bencana mulai dilirik Kabupaten tetangga. Tiga Kabupaten sebelah yakni Boyolali, Demak dan Jepara tertarik inovasi ini untuk direplikasi atau diadopsi guna membantu menyelamatkan arsip warga dari ancaman bencana di kabupaten masing-masing.
Endah Purnamaningsih Arsiparis Ahli Kabupaten Boyolali mengaku tertarik dengan inovasi Titip Bandaku yang sudah dua tahun digulirkan. Kabupaten Boyolali sendiri selain dekat sebagai daerah tetanga juga menjadi wilayah rawan bencana erupsi Merapi.
“Kami ingin belajar Program Titip Bandaku secara lebih detail. Kebetulan wilayah Kabupaten Boyolali juga termasuk daerah rawan bencana. Selama penyelamatan arsip sebetulnya juga sudah berjalan. Namun upaya yang dilakukan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali baru sebatas penyelamatan asrip yang dimiliki pemerintah desa” jelas Endah Purnamaningsih kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo saat berkunjung ke Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten bersama jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Demak (Rabu,7/04/21).
Tamu lain dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Demak Prayitno yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kearsipan mengatakan banyak mendapatkan informasi terkait inovasi Titip Bandaku ini dari media massa. Termasuk kemajuan yang diraih Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten di bidang pengawasan kearsipan termasuk KIPP.
“Kabupaten Demak sendiri sering diterjang banjir. Banyak sekali dokumen warga yang rusak. Kebetulan upaya penyelamatan itu sudah kami lakukan sebatas dokumen pemerintah desa, tapi belum bagi masyarakat. Program Titip Bandaku ini akan kami adopsi dan secara teknis kami berkunjung lansung ke Klaten untuk belajar” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten Syahruna kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo (Kamis, 8/4/21) mengatakan saat ini Inovasi Titip Bandaku terus dikembangkan. Baik dari sisi pengambil manfaat atau sistimnya itu sendiri.
“Target kami untuk daerah rawan Merapi pengalihan media arsip warga bisa kami selesaiakan. Selain Kabupaten Boyolali dan Demak, daerah lain seperti Jepara juga tertarik untuk mereplikasi inovasi Titip Bandaku. Terpenting inovasi bisa bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat” pungkasnya.

Baca Juga:  Mulai 6 April Truk Galian C Dilarang Beroperasi

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten.

telah dibaca: 93 kali

Comments are closed.