Kisah Pasien Covid-19, Tanpa Komorbid Hingga Sesak Napas Berhari-hari

KLATEN – Kurva konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Klaten masih mengalami kenaikan. Hingga Minggu (4/7/2021), jumlah kumulatif terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 17.128 orang.

Dari jumlah tersebut 5.559 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri, 10.644 orang pasien sembuh, serta 925 orang meninggal dunia. Bed Occupancy Rate (BOR) RS rujukan Covid-19 di Klaten pun mencapai 100 persen. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat yang membutuhkan perawatan karena terpapar Covid-19.

Hal ini alami Andre Pradipta (28) warga Pondok Mulyo, Gergunung, Klaten Tengah. Sejak Minggu (27/6/2021) lalu, ia merasakan pedihnya terpapar virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) ini. Mulai hari pertama ia sudah merasakan gejala sedang hingga berat, diawali dengan demam tinggi, pusing, batuk, serta gejala influenza lainnya namun dengan kondisi yang lebih berat.

“Awalnya saya mengira flu biasa, Covid-19 juga saya mengira seperti flu. Namun ternyata sangat berbeda 180 derajat,” ungkapnya saat dihubungi Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten, Senin (5/7/2021).

Bertambah hari, gejala yang dialaminya makin berat. Andre mulai merasakan nyeri di dada dan ditambah sesak napas di hari ketiga. Ia pun berusaha mencari fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan, namun sejumlah RS yang didatanginya, overload karena menampung pasien dengan kondisi yang lebih parah darinya. Padahal saat itu ia sudah mengalami anomia atau indera penciuman dan pengecap yang mulai memudar.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Apresiasi Vaksinasi Door to Door di Klaten

“Rasanya tidak enak, untuk menelan makanan pun sulit dan sakit. Rasa sesaknya sakit banget sampai saya hampir menyerah,” ujarnya.

Akhirnya ia memutuskan untuk perawatan mandiri di rumah setelah melaporkan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 kepada RT/RW hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. Ia pun diarahkan untuk mengikuti isolasi terpusat di Panti Semedi Klaten hingga saat ini.

“Di rumah ada anak balita dan bayi. Jadi harus ikut isolasi terpusat,” katanya.

Meski sudah mendapatkan obat dan suplemen selama lima hari terakhir, ia mengaku masih merasakan batuk dan nyeri dada meski tidak separah sebelumnya. Andre tidak menyangka bila terpapar Covid-19 akan sesakit itu, padahal ia sudah mengikuti vaksinasi sebulan lalu dan tidak memiliki komorbid.

Pria yang sehari-hari bekerja di intansi perbankan di Klaten ini pun mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin mengikuti protokol kesehatan namun tetap terpapar. Andre pun berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan meminta masyarakat lebih mawas terhadap penularan Covid-19.

“Mungkin yang saya alami belum tentu dialami semua orang yang positif Covid. Namun bukan berarti virus ini tidak berbahaya bagi yang tidak punya komorbid atau orang sehat sekalipun. Prokes harus tetap disiplin dan selalu jaga kesehatan,” paparnya.

Baca Juga:  Pemkab Akan Melaporkan Pemalsu Akun Facebook Bupati Klaten

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 4765 kali

Comments are closed.