Klaten di Atas Rata-rata Nasional, Bupati Dorong Peningkatan Skor SPI 2022

KLATEN – Inspektorat Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi survei penilaian integritas (SPI) 2022 di Pendopo Ageng Kabupaten Klaten, Rabu (7/9/2022). Sosialisasi tersebut digelar secara luring dan daring serta diikuti jajaran pimpinan daerah, pimpinan OPD Kabupaten Klaten, dan tamu undangan.

Inspektur Utama Kabupaten Klaten, Jajang Prihono menyampaikan tujuan digelarnya SPI yaitu untuk membangun dan menegakkan upaya pencegahan korupsi. Dengan adanya upaya tersebut diharapkan integritas jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten semakin meningkat.

“Kami berharap pelaksanaan SPI 2022 berjalan lancar dengan tingkat partisipasi menjawab kuesioner yang optimal. Dengan upaya ini diharapkan terjadi penguatan dalam pencegahan korupsi,” paparnya.

Kegiatan tersebut turut diikuti 391 desa dan 10 kelurahan, baik secara langsung maupun daring. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK RI sebagai narasumber.

Sementara Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjadikan tolok ukur integritas institusi. Ia juga meminta seluruh peserta untuk mendukung dan membantu kelancaran survei.

Baca Juga:  Sah! Pemain PSIK Klaten Tandatangani Kontrak Liga 3 Jateng 2022

Sri Mulyani mengatakan hasil SPI tahun 2021, Kabupaten Klaten mendapatkan skor 74,54, skor tersebut berada di atas rata-rata nasional di angka 72,5. Kendati demikian, ia meminta jajarannya untuk tidak mudah puas dan memanfaatkan kesempatan SPI tahun ini untuk meningkatkan skor integritas.

“Skor SPI Klaten saat ini 74,54 yang mana skor tersebut berada di atas rata-rata nasional yaitu 72,5. Pelaksanaan SPI tahun ini diharapkan bisa dimanfaatkan peserta, rekomendasi maupun saran dari pelaksanaan survei dapat membantu Pemerintah Kabupaten Klaten mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, jujur, dan antikorupsi,” ungkapnya saat membuka sosialisasi SPI 2022.

Usai dibuka Bupati, kegiatan dilanjutkan sosialisasi oleh Direktur Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK RI, Brigjen Pol Agung Yudha Wibawa. Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan bahwa pemanfaatan hasil SPI bagi perbaikan kebijakan pembangunan daerah.

“Program-program nasional/pemerintah pusat jika dilaksanakan dengan benar, tentu akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Dalam pelaksanaan tentu dibutuhkan integritas pemerintah daerah sebagai pelaksana program,” paparnya. (ang/Kominfo-klaten)

telah dibaca: 57 kali

Comments are closed.