Klaten Jadi Daerah Pantauan Khusus Menteri Pertanian

KLATEN – Sebagai daerah dengan pertanian sebagai salah satu sektor unggulan, Kabupaten Klaten mendapatkan perhatian khusus Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. Klaten dinilai sebagai salah satu daerah yang menjadi patokan perkembangan sektor pertanian nasional.

Hal tersebut disampaikan saat pencanangan IP400 di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Selasa (11/1/2022). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta lahan pertanian di Kabupaten Klaten harus dijaga, terlebih IP400 telah diterapkan dengan hamparan 1.000 hektare lahan tanam.

“Saya ajak semua Dirjen (di jajaran Kementan) ke Klaten agar mengetahui betul kondisi pertanian di sini. Klaten ini saya jaga banget, kalau Klaten saja rusak, bagaimana dengan (daerah) yang lain,” ungkapnya.

Menteri Syahrul mengatakan pada tahun pertama pandemi Covid-19, sektor pertanian justru mengalami pertumbuhan sementara banyak sektor yang menurun karena dampak pandemi. Di 2020, sektor pertanian tumbuh hingga 16,4 persen.

“Dalam kondisi terpuruk karena pandemi saja, kita mampu meningkatkan sektor pertanian kita. Bahkan ekspor produk pertanian kita bisa menembus 50 persen di tahun lalu. Artinya kita mampu, Indonesia mampu,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati Minta Hipmi Klaten Bidik Potensi UMKM Lokal

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan luas lahan pertanian di Klaten mencapai 31.943 ha. Pada 2021, luas tanam mencapai 73.842 ha dan luas panen 73.754 ha dengan produktivitas 480.023 ton surplus 157.000 ton. Produksi panen padi mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 448.686 ton.

“Dengan adanya IP400, diharapkan produktivitas sektor pertanian khususnya padi, semakin meningkat dengan penerapan empat kali musim tanam,” katanya, Kamis (13/1/2022).

Pencanangan tersebut merupakan rangkaian pencanangan lahan IP 400 di Solo Raya dengan total luas tanam di Klaten mencapai 1.000 ha. Sementara, varietas yang digunakan untuk program IP 400 yakni varietas padi unggulan Klaten Rojolele Srinuk serta varietas padi genjah (lekas berbuah).

IP 400 diterapkan di wilayah dengan aliran irigasi yang stabil sepanjang tahun. Dengan adanya empat kali musim tanam, maka tingkat produktivitas beras nasional juga ikut meningkat. Pola tanam empat kali setahun terdiri dari padi-palawija-padi-palawija, padi-padi-palawija-padi, padi-padi-padi-padi atau pola tanam lainnya sesuai kondisi setempat.

Baca Juga:  Pemkab Klaten Raih Terbaik Kedua Penghargaan Pendukung Program KUR 2021

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 61 kali

Comments are closed.