Klaten Meneguhkan Menjadi Kabupaten STBM

KLATEN – Penghargaan di bidang kesehatan diraih Pemerintah Kabupaten Klaten. Bertempat di Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Jakarta, Menteri Kesehatan Prof DR dr Nila Djuwita Anfasa Moeloek SpM (K) menyerahkan Piagam Penghargaan Kabupaten STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang diterima langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Cahyono (Selasa, 02/10/19).
Cahyono saat dikonfirmasi via telepon (Jumat, 04/10/19) menjelaskan Kabupaten STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Karena 26 kecamatan di Klaten telah mendeklarasikan bebas ODF, maka pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan Klaten Kabupaten STBM.
“Klaten Kabupaten STBM itu diraih dengan menekankan membangun kesadaran masyarakat. Aspek penting yang dibangun dari perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Diharapkan upaya ini secara bisa menekan angka prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Klaten” kata Cahyono.
Dijelaskan Cahyono, meraih Klaten Kabupaten STBM itu tidak mudah. Banyak pemangku kepentingan yang terlibat dan berkontribusi besar. Ada para camat, TNI, Polri, kepala desa, para kader PKK telah bekerja keras mengedukasi masyarakat.
“Ada empat pilar lain yang harus segera dituntaskan setelah Klaten bebas ODF (Open Defecation Free). Perilaku cuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih, penanganan sampah dan pengolahan limbah rumah tangga adalah tantangan Pemkab Klaten yang harus diselesaikan. Kerja belum selesai” pesan Cahyono.

telah dibaca: 29 kali

Comments are closed.