Klaten Targetkan Ada 5 Kampung Tangguh Narkoba Tahun 2021.

Klaten – Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) serta Forum Masyarakat Anti Narkoba (Formas Annar) didukung pemerintah dan aparat keamanan menargetkan 2021 di Kabupaten Klaten bisa terbentuk 5 desa sebagai Kampung Tangguh Narkoba.

Komitmen itu disampaikan melalui Joko Sutrisno selaku Ketua IPPK Klaten dalam pencanangan prgram Kampung Tangguh Narkoba di Desa Plawikan, Jogonalan, Klaten yang dihadiri Kasat Res Narkoba Polres Klaten AKP Mulyanto, SH.,MH, Plt Kepala Badan Kesatuan, Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Dodhy Hermanu, SH, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Jawa Tengah Ginung Yudianto, SH.,MH disaksikan perangkat dan masyarakat desa setempat.

Joko Sutrisno sekaligus mantan Kepala Dinas Pendidikan Klaten itu mengungkapkan program Kampung Tangguh Narkoba sebagai langkah nyata mengantisipasi masuknya peredaran narkoba di desa sekaligus menguatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba.

“Kami menargetkan tahun ini ada lima desa mencanangkan Program Kampung Tangguh Narkoba. Yang pertama adalah Desa Bonyokan Jatinom diawal September lalu, kemudian sekarang Desa Plawikan Jogonalan ini. Selanjutnya adalah Desa Trunuh Jogonalan, Desa Barepan Cawas, dan terakhir di Desa Blanceran Karanganom. Rencananya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah akan hadir di salah satu pencanangan Kampung Tangguh Narkoba tersebut” kata Joko (Kamis, 23/09) saat ditemui.

Baca Juga:  Bikin Penasaran, Ada Sendang Kanjengan di Lorong Gedung Dinas Arpus Klaten

Ia menegaskan adanya program Kampung Tangguh Narkoba ini untuk mengajak masyarakat dan relawan terlibat dalam upaya pengendalian penyalahgunaan narkoba.

“Sebagai peran serta masyarakat yang peduli terhadap penanggulangan narkoba, bahwa (sesuai) instruksi Kapolri masing-masing desa supaya membentuk Kampung Tangguh Narkoba. Diperkuat instruksi dari Mendagri agar desa itu membentuk Desa Bersinar, desa bebas narkoba,“ tambahnya.

Sedangkan Plt Kepala Badan Kesbangpol Dodhy Hermanu, SH dalam amanatnya membacakan sambutan Bupati Klaten menyampaikan, penyalahgunaan narkoba adalah masalah yang sangat membahayakan generasi muda. Atas dasar tersebut maka kegiatan pencanangan ini penting untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba.

“Bangunan kesadaran masyarakat inilah yang bisa dengan efektif, dapat memerangi peredaran gelap narkoba. Mulai detik ini kita semua harus berupaya dalam pencegahan dan penyadaran, utamanya kepada generasi muda tetang bahaya laten narkoba. Untuk itu mari kita bersama-sama menyatukan tekad memerangi penyalahgunaan narkoba. Mari kita bangun tekad untuk mencetak generasi anti narkoba dari kalangan kita sendiri, dan dengan tekad inilah insyaallah akan terwujud masyarakat bebas penyalahgunakan narkoba,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bupati Klaten Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya 2020

Penulis Tim Pemberitaan Kabupaten Klaten
Editor Joko Priyono

telah dibaca: 68 kali

Comments are closed.