Mengharukan, Kisah Relawan Covid dari Mengubur Jenazah Anak-Anak Sampai Ibu Hamil

KLATEN- Menjadi relawan memang bukan pekerjaan yang mudah. Ada banyak rintangan yang harus dilalui. Pasalnya, mereka harus rela mengorbankan jiwa raga dan mengorbankan keselamatan dirinya untuk menolong sesama.

Salah satunya adalah Sasongko Agung Wibowo yang dipercaya sebagai koordinator tim pemulasaran pemakaman jenazah covid-19 Klaten. Ia menceritakan pengalaman suka duka menjadi relawan kepada Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten saat ditemui di kantor BPBD Kabupaten Klaten, Kamis (21/1/2021)

“Sukanya lebih banyak karena memang suka melakukan hal-hal kemanusiaan. Selama kita melakukan kegiatan itu berguna dan ikut berperan serta menolong orang lain. Kalau dukanya sepertinya tidak ada. Cuma karena kejadian massif ini bagaimana cara mengurangi supaya kejadian kematian tidak sabanyak ini. Capek jelas tapi teman-teman masih tetap semangat selama kita masih dibutuhkan” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menceritakan saat pertama kali memakamkan jenazah covid-19. Waktu itu ada perasaan takut bahkan sampai saat ini dan rasa takut itu harus tetap ada. Akan tetapi ia yakin selama menjalankan SOP maka akan aman. Tak hanya itu, ada beberapa kejadian yang membuat tim relawan merasa terenyuh ketika jenazah yang dimakamkan adalah anak-anak dan ibu hamil, mengingat ada keluarga yang berada dirumah.

Agung merasa senang dalam berkegiatan dibidang kemanusiaan, karena pada dasarnya menjadi relawan itu adalah panggilan hati sesuai dengan hati nurani dan mendapatkan kepuasan batin yang melebihi kepuasan materi.

“Sebagai relawan harus terus semangat melakukan misi kemanusiaan sampai batas kemampuan. Relawan akan merasa berhasil kalau tim ini tidak melakukan apa-apa (tidak memakamkan jenazah-red). Maka asumsinya semuanya sudah aman dan covid di Klaten bisa terkendali. Untuk teman-teman relawan semangat untuk kegiatan kemanusiaan ini, semoga lelah kita menjadi lillah dan kita meyakini bahwa kegiatan ini adalah sebuah celengan yang tidak berbentuk materi,” pungkasnya

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten
Editor Joko Priyono

telah dibaca: 38 kali

Comments are closed.