Menkop dan UKM Kunjungi Pabrik Pengolahan Rempah Internasional

Klaten — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berkesempatan mengunjugi PT. Agri Spice Indonesia yang bergerak dalam bidang ekportir  rempah-rempah skala internasional, Rabu sore (27/04). PT Agri Spice Indonesia ini berlokasi di Ketandan, Kecamatan Klaten Utara. Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama Bupati Klaten, Sri Hartini dan rombongan tiba sekitar pukul 15.20 WIB. Selama hampir satu jam, dia berkeliling melihat proses pengolahan rempah-rempah di PT Agri Spice Indonesia.

Kepala Bidang Produksi PT Agri Spice Indonesia Klaten, Imbi Purmaning, mengatakan perusahaan ini bergerak di bidang ekport rempah rempah ke Benua Eropa dan Amerika. “Kami bergerak di bidang rempah-rempah. Ambil bahan bakunya dari koperasi di seluruh Indonesia,” katanya.

Imbi Purnaning menjelaskan bahwa  bahan baku rempah-rempah tersebut diambil dari berbagai koperasi yang tersebar di penjuru Indonesia. Diantaranya, panili dari Flores, cengkeh dari Sulawesi Selatan, kasia dari Padang dan Bengkulu, pala dari Siau dan Ternate.  “Mayoritas kita ekspor. Sebagian ke Amerika, Eropa di Prancis, panili ke Jerman. Untuk gambaran produksinya kita kirim setiap minggu dengan rata-rata produksi satu kontainer atau 25 ton,” urainya.

Dalam kesempatan itu Menkop dan UKM beserta rombongan berkesempatan melihat proses pengolahan panili, sortir cengkeh, proses sortir kasia atau kayu manis hingga meninjau laboratorium. Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memuji hasil yang dicapai PT. Agri Spice Indonesia selama ini.

“Kunjungan ke sini karena kita lihat pabrik ini memasok bahan bakunya dari seluruh Indonesia bekerjasama dengan koperasi. Karena pada tahun 2015 nilai ekspornya mencapai Rp 2,5 triliun,” ungkap Puspayoga. Puspayoga menuturkan setelah kita melihat proses pengolahan, pengepakan dan bagaimana ketatnya quality control yang diterapkan, kami berharap semua petani rempah yang bernaung di bawah koperasi benar benar menjaga mutu hasil panen rempah-rempah mereka.

“Ketatnya standarisasi mutu oleh pihak importir merupakan tantangan buat kita bersama khususnya petani rempah untuk meningkatkan kualitas hasil panen mereka, agar bisa diekspor ke luar negeri,” jelasnya.

telah dibaca: 244 kali

Comments are closed.