Merawat Kearifan Lokal di Puncak Grebeg Syawalan Bukit Sidoguro Rowo Jombor Klaten

KLATEN-Puncak Grebeg Syawalan di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Rabu, 12/06) berjalan meriah. Sebanyak 21 gunungan ketupat sudah ludes dalam waktu sekitar 10 menit diperebutkan ribuan pengunjung.

Ribuan sudah antri di puncak bukit Sidoguro, sejak pagi bahkan sebelum arak-arakan gunungan ketupat tiba di lokasi. Setiba di lokasi,21 gunungan ketupat dijajar rapi persis di depan panggung hiburan,tamu undangan dan pengunjung. Sesaat setelah disampaikan sambutan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dan doa dari petugas, seketika pengunjung menyerbu gunungan ketupat yang ada di pelataran Bukit Sidoguro. Suasana terik siang itu tidak mengurangi antusias warga berebut ketupat gratis di ajang tahunan itu.

Dalam sambutannya Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkap, acara Pakan Gerebeg Ketupat Syawalan akan dirawat sebagai bagian menjaga budaya bangsa.

“Saya mengucapkancapterimakasih kepada masyarakat Klaten dan partisipasi banseperti dari PDAM Klaten, Bank Klaten, Bank Jateng Cabang Klaten, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Klaten, Amigo, BPJS Ketenagakerjaan, Hotel Grand Tjokro, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang telah membuat gunungan ketupat untuk grebeg Syawalan. Kemudian terimakasih kepada Pemerintah Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes yang telah berpartisipasi membuat gunungan ketupat untuk Syawalan di Bukit Sidoguro. Acara ini akan dirawat pemerintah sebagai bagian ngleluri budaya bangsa” kata Bupati Klaten Sri Mulyani dihadapan ribuan pengunjung.
Didampingi jajaran Forkompinda dan pejabat setempat Bupati Klaten mengingatkan kepada ribuan pengunjung Grebeg Syawalan boleh rebutan ketupat, tetapi ketupat yang didapat tidak boleh untuk dilempar-lempar. Lebih baik karena ketupat makanan halal setelah rebutan dapat ketupat agar dibawa pulang untuk oleh-oleh di rumah. Bupati Klaten juga menyampaikan nantinya Bukit Sidoguro akan dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah pusat sebesar Rp 2,8 miliar sehingga Bukit Sidoguro menjadi destinasi wisata yang lebih menarik.
Atas nama pribadi, keluarga dan atas nama Pemkab Klaten, Bupati Klaten Sri Mulyani pada acara grebeg Syawalan tersebut mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Klaten, Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga kesejahteraan dari Allah SWT tercurahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Klaten.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Drs H Pantoro MM dalam laporannya mengatakan, pada grebeg Syawalan tahun 2019 ini gunungan ketupat dikirab dari Alun-alun Klaten menuju Bukit Sidoguro.
“Kirab gunungan ketupat untuk silaturahmi, untuk melestarikan tradisi budaya turun temurun dan untuk saling maaf memaafkan.
Grebeg Syawalan juga untuk mengembangkam pariwisata, meningkatkan ekonomi warga dan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)” tegasnya.

Ajang tahunan Grebeg Syawalan ini selain pengunjung menikmati pemandangan objek wisata Rowo Jombor dari puncak bukit, warga juga dihibur dengan musik campursari Lare Jawi.Para pengunjung disediakan ratusan paket lontong lengkap dengan lauk-pauknya gratis dari panitia. Untuk bisa menyaksikan Puncak grebeg Syawalan di Bukit Sidoguro,pengunjung cukup ditarik 2.500 sebagai tiket masuk

telah dibaca: 48 kali

Comments are closed.