Mitigasi Bencana Lewat Geguritan Hanya di Radio Merapi

KLATEN – Bagi masyarakat Kemalang, Klaten dan sekitarnya, siaran yang mengudara pancaran Radio Komunitas Merapi menjadi acara favorit yang selalu ditunggu-tunggu. Bukan saja masalah kedekatan emosi atau karena letaknya yang 4.300 dari arah Tenggara moncong Merapi saja, tapi pesan mitigasi bencana yang dikonsep dalam kemasan budaya ala geguritan, menjadikan radio yang berdiri sejak 2002 itu makin dekat di hati pendengarnya, khususnya yang tinggal di sekitar Gunung Merapi.
Adalah Sukiman (45), sosok pemuda asli Dukuh Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten yang gigih mengawaki dan merintis media komunitas yang lekat dengan informasi aktifitas Gunung Merapi. Kesungguhan dan ketulusannya mengabdikan diri bagi warga itu telah banyak membuahkan hasil. Tidak saja menjadi rujukan informasi masyarakat, Radio Komunitas Merapi kian tenar hingga merambah mancanegara. Keunikan pesan, cara penyampaian dan segmen pendengarnya yang terbatas, justru mengundang ketertarikan warga luar untuk belajar tak terkecuali bangsa manca.
“Minggu kemarin beberapa perusahan dari negara Jepang, Inggris dan China datang untuk bertukar informasi. Bahkan akhir Februari nanti ada beberapa negara yang berkunjung juga belajar bagaimana peran radio bisa memberdayakan potensi masyarakat sekaligus mitigasi bencana” jelas Sukiman saat wawancara via telepon (Senin,17/02/20).
Dia menjelaskan konsep merintis Radio Komunitas Merapi adalah memberikan edukasi dan mitigasi bencana bebasis budaya dan kearifan lokal. Jadi acara yang disiarkan adalah berbagi cerita dari masyarakat terkait pengalaman-pengalaman unik bersahabat dengan Merapi. Misalnya cerita orang-orang tua tempo dulu yang dituangkan dalam syair-syair Jawa melalui Geguritan. Jadi pendengarnya yang jamak orang Jawa akan lebih tertarik daripada sosialisasi konvensional yang sifatnya satu arah.
“Pendengar kami ada 4.000 orang tersebar tidak saja warga Klaten, tapi juga sekitar Merapi. Di sini tempat masyarakat kami belajar dan mengenali Merapi. Tidak itu saja, masyarakat Merapi juga bisa mengembangkan usaha pemberdayaan seperti kegiatan tabungan siaga bencana. Kami punya cara sendiri untuk memahami Merapi melalui literasi media. Warga Merapi tidak harus jauh-jauh cari informasi tentang setiap perkembangan Merapi, karena informasi itu ada di tempat kami (Radio Komunitas). Tapi sayang beberapa hari kami off dulu. Penel pemancar studio Radio Komunitas Merapi masih kami benahi ” jelas Sukiman.

Penulis Joko Priyono Diskominfo Klaten

telah dibaca: 45 kali

Comments are closed.