Musrenbangwil Eks Karesidenan Surakarta, Jalur Evakuasi Menjadi Prioritas


Musrenbang RKPD 2020 Wilayah Eks Karesidenan Surakarta pada Senin 4 Maret 2019 di pendopo Pemda Klaten dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo serta Bupati dan walikota seluruh Eks Karesidenan Surakarta.

Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) merupakan forum untuk memutuskan usulan prioritas pembangunan daerah, menjadi wadah menampung seluruh aspirasi masyarakat serta menerima masukan dan saran terkait pembangunan daerah.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam pidato sambutannya menuturkan hasil kinerja yang telah dicapai tahun 2018 antara lain 5,54% tingkat perputaran ekonomi daerah Klaten, 2,14% tingkat inflasi Klaten dan 12,96% tingkat kemiskinan Klaten. Untuk Permasalahan tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan tahun 2018 paling baik diseluruh kabupaten/kota Jawa Tengah.

Hj Sri Mulyani juga menyampaikan target capaian pembangunan kedepan antara lain tingkat perputaran ekonomi daerah ditargetkan menjadi 5,8%, Tingkat kemiskinan ditargetkan menjadi 10% dan tingkat inflasi ditargetkan menjadi 2,5%-1%.

Bupati Klaten juga menuturkan 6 prioritas pembangunan antara lain:
1. meningkatkan kapasitas tata kelola penyelenggaraan pemerintahan
2. penguatan ekonomi daerah
3. peningkatan kualitas pembangunan sumber daya manusia
4. pengurangan tingkat kemiskinan
5. pemerataan kualitas dan kuantitas infrastruktur
6. peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sumber daya alam

Hj Sri Mulyani juga menuturkan pembangunan super prioritas Kabupaten Klaten “Kami berharap kepada pak gubernur, penataan rawa jombor yang jadi aset pemerintahan provinsi jawa tengah menjadi potensi wisata nasional, juga hibah aset pemerintah provinsi jawa tengah buat kantor Perwaskin” Kata Hj Sri Mulyani.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam membuka Musrenbang RKPD 2020 Wilayah Eks karesidenan Surakarta memberikan apresiasi tinggi karena yang hadir pada forum banyak. “kalau Solo Raya rangkingnya teratas memang sudah sepatutnya” Kata Ganjar yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ganjar Pranowo menyampaikan terkait Musrenbang, beliau menyarankan musrenbang juga menjadi diskusi strategis tidak hanya rencana pembangunan, tetapi sampai ke tahap ideologis
“kemarin saya dapat usulan dari dinas pendidikan supaya dibuatkan perda tentang anak sekolah tidak boleh membawa hp dan alat elektronik lainnya ke dalam kelas, itu usulan menarik. itu saran sampai ke kajian ideologis, karena yang diserang adalah ideologi kita” tutur Ganjar. Ganjar juga mempraktekkan simbol drama korea yang digandrungi kawula muda “seperti ini sekarang banyak yang tahu anak muda artinya apa (sambil mempraktekkan sarang heo) inilah yang disebut serangan ideologis” kata Ganjar.

“1,2 T anggaran untuk pendidikan dan tata kelola pemerintahan, apresiasi buat pemkab klaten sudah ada aplikasi matur ibu untuk menampung keluhan masyarakat” lanjut Ganjar.

Ganjar Pranowo mengapresiasi seluruh kerja wilayah eks karesidenan surakarta. “kita (jawa tengah) mendapatkan peringkat 1 nasional untuk masalah pengentasan kemiskinan, saya harap terus bekerja sebaik mungkin” tutur ganjar.

“kalau masih ada usulan terkait prioritas pembangunan yang belum diusulkan disini, silahkan usul ke rembugan.jatengprov.go.id akan segera kami tampung” kata Gubernur untuk menanggulangi usulan yang belum terealisasi.

Acara tersebut juga dilaksanakan teleconference dengan musrenbang yang dilakukan di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten. Acara dimulai pukul 09.00 wib dan selesai pukul 12.00 wib.

telah dibaca: 59 kali

Comments are closed.