Ngopi Merapi Bareng Bupati “Sekolah Sungai Klaten Dijadikan Percontohan Internasional”

Klaten (01/02/19)- Sekolah sungai dengan ciri khas gotong royong yang ada di Kabupaten Klaten telah dijadikan model sekolah sungai Internasional. Pasalnya,  sekolah sungai yang melibatkan seluruh stakeholder mulai dari pemerintah, masyarakat, relawan, dunia usaha dan kalangan pendidikan baru terjadi di Kabupaten Klaten.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Pakar sekolah sungai dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Suratman, MSc pada acara Ngopi Bareng Bupati yang di selenggarakan Jumat (01/01/19) di rumah Dinas Bupati Klaten. Beliau menjelaskan bahwa untuk dijadikan contoh pengelolaan sekolah sungai internasional, model sekolah sungai di Klaten telah disampaikan pada simposium sungai internasional yang diadakan di Brisbane, Australia beberapa waktu lalu.

Prof  Suratman  mengatakan, sekolah sungai pertama di Indonesia ada di Sungai Code Yogyakarta, namun sekolah sungai yang dikelola dengan spirit gotong royong tinggi adalah sekolah sungai di Klaten. Buktinya, sekolah sungai di Klaten saat ini gaungnya sampai diketahui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dan pemerintah pusat. Sekolah sungai di Klaten juga telah diikuti dengan pembentukan 11 taman sungai yang sudah diresmikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Yohana Susana Yembise di Taman Bambu Senopaten Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, 8 November 2018 lalu.

Sejumlah penghargaan telah di raih Kabupaten Klaten diantaranya Penghargaan yang diterima Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jogjakarta pada  Senin, 26 November 2018 karena   keberhasilannya   dalam mengurangi risiko bencana banjir pembinaan komunitas peduli sungai di Kabupaten Klaten. Disamping itu  Komunitas Peduli Sungai (KPS) Sungai Ujung, Desa Pandes, Kecamatan Wedi juga telah berhasil meraih juara I dalam lomba KPS Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) pada tahun 2018 lalu. Penghargaan lain yang telah diterima yaitu Relawan Sekolah Sungai Arif Fuad Hidayah yang berhasil mendapatkan penghargaan dari UGM karena peran sertanya dalam mengembangkan sekolah sungai di Klaten.

Lebih lanjut Prof  Suratman menegaskan, tiga tahun ke depan targetnya Rowo Jombor menjadi pusat sekolah sungai nasional. Pada tahun ini akan di selenggarakan pula Peringatan Hari Air se-Dunia yang akan diadakan di Rowo Jombor tepatnya pada tanggal 22 Maret 2019 mendatang. Pada kesempatan terakhir Prof Suratman berharap kedepan sekolah sungai Klaten pada tahun 2045 bisa mewujudkan seluruh sungai  di Klaten sebagai sungai terbersih di dunia.


telah dibaca: 38 kali

Bagikan melalui:

Comments are closed.