One Krisnata dan Istri Jalan Kaki ke TPS, M.Fajri Sungkem ke Ibu

KLATEN- Calon Bupati Klaten Nomor Urut 2 One Krisnata memilih berjalan kaki dari kediamannya menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 yang terletak di Balai Pertemuan Tegal sono, Kebondalem Lor, Prambanan, Klaten pada hari pemungutan suara Pilkada Klaten, Rabu pagi (9/12).

Sebelum berangkat ke TPS 3 pada pagi itu, One Krisnata menyantap sarapan pagi terlebih dahulu dengan menu nasi goreng telur dan rendang. Dengan berkemeja putih dan berpeci serta mengenakan masker, One Krisnata sampai ke TPS sekitar pukul jam 9.00 WIB didampingi istrinya yang kompak dengan pakaian berwarna putih.

Setibanya di TPS 3, One mengikuti prosedur protokol kesehatan di TPS dengan mencuci tangan pakai sabun dan dicek suhunya oleh petugas. Barulah kemudian mengambil surat suara dan mencoblosnya. Terkait persiapan sebelum pemungutan suara, One mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya.

“Persiapan mencoblos biasa saja. Sama dengan Pilkada 2015, hasilnya yang akan beda. Kalau dulu saya pakai baju pelangi, kalau saya sekarang pakai baju putih. Rasanya beda” ceritanya. Dikatakannya, dikarenakan situasi Covid-19, sehingga pagi itu Ia tidak bisa sungkem secara langsung untuk meminta doa restu pada orang tuanya tetapi One yakin bahwa doa restu orang tuanya selalu membersamainya.

Baca Juga:  Tingkatkan Nilai Produk Pertanian, DPKPP Klaten Gelar Business Matching

Sedangkan pasangannya, Muhammad Fajri menyalurkan hak pilihnya di TPS 01, Cungkrungan, Belangwetan, Klaten pada Rabu (09/12/2020). Pukul tujuh pagi Cawabup Paslon 02 mendatangi TPS dengan mengenakan pakaian kemeja putih ciri khas One-Fajri, didampingi istri, anak, ibunda dan adeknya.

Fajri Sungkem Ibu
Fajri saat di temui usai menyoblos mengaku sebelum ke TPS sempatkan sungkem kepada ibunda. Usai mencoblos, merasa lega dan tak ada target berapa persen tetapi targetkan kemenangan dalam Pemilihan Bupati dan Calon Wakil Bupati Klaten 2020.
“Saya nggak bisa bilang, tapi targetnya menang. Karena dikontestasi Pilkada ini pemenangnya cuman sepasang jadi menang saja. Sesungguhnyalah harapannya lebih dari menang, jadi lebih pada keinginan kuat perubahan di kabupaten Klaten. Jadi buat saya, yang setiap pemilu harus berpartisipasi ini yang paling istimewa karena saya ada tuntutan sangat besar untuk memberi sumbangsih kepada tanah kelahiran saya gitu dan kondisinya juga memang menurut kami, kita sedang sangat butuh perubahan kepemimpinan. Maka motif saya jadi berlipat-lipat di Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati 09 Desember 2020” ujarnya.

Baca Juga:  33 Admin Medsos Pemerintah di Klaten Ikut Pelatihan Jurnalistik

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 322 kali

Comments are closed.