Pagelaran Wayang Kulit Srikandhi Krida Dimainkan Tiga Dhalang Wanita

Klaten – Sabtu (23/04) malam di Alon-Alon Kota Klaten  diselenggarakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk oleh tiga dalang wanita hebat. Seni adhi luhung menyedot perhatian penggemar seni budaya tradisional dalam rangka peringatan Hari Kartini ke 137 tahun 2016 tingkat kabupaten Klaten itu dibuka secara resmi oleh bupati Klaten Hajah Sri Hartini, ditandai dengan penyerahan dua tokoh wayang kepada kedua dalang wanita.

Pertunjukan mengetengahkan lakon SRIKANDHI KRIDA diiringi oleh paguyuban karawitan putri SEKAR PUTRI desa Keputran kecamatan Kemalang, disaksikan Muspida dan kepala SKPD dan undangan lain. Dhalang Wanita Nyi Sri Wulan Panjang Mas.(asal Wonogiri) menerima tokoh wayang Sri kandhi dan dhalang wanita lain Nyo Giyah Supanggah (asal Somakaton kecamatan Karangnongko) menerima tokoh wayang Gunungan. Sementara seorang dhalang anak (Wanita) lain Lala (15) putra Ki dhalang Lahir (Manjung Ngawen Klaten) mucuki (mengawali pentas) mengetengahkan Lakon Shinta Lahir.

Kegiatan yang diselenggarakan sebagai puncak acara peringatan Hari Kartini itu juga ditandai dengan penyerahan hadiah berupa piala dan piagam penghargaan bagi para pemenang lomba. Antara lain pemenang Lomba Merangkai Bunga Meja Juara I-III  Endang Basyiroton (kecamatan Ngawen), Ani Widyaningsih (DPPKAD) dan Linda Listuantini (UPTD Pendidikan Kebonarum). Merangkai Bunga Mimbar jura I-III diraih Puspo Enggar Hastuti (Kecamatan Prambanan), Pantes Krismini (UPTDPendidikan Wedi) dan Beti Dianita (UPTD Pendidikan Karangnongko). Sedang Merangkai Bunga Tangan juara I-III diraih oleh Katri Lestari (Kecamatan Manisrenggo), Tri Hartika Sandi (UPTD Pendidikan Kalikotes) dan Anindya Nuari Putri (kecamatan Delanggu). Keempat lomba juga memililih juara harapan I hingga III.

Ketua panitia penyelenggara Hajah Surti Hartini mengemukakan, Peringatan Hari Karttini ke 137 Klaten dilakukan dengan 28 jenis kegiatan melibatkan pelajar, masyarakat , aparat beserta isterinya. Kegiatan mulai dilaksanakan padaawal bulan April hingga minggu ke 3 April 2016 tersebut antara lain pelatihan Juru pemantau jentik nyamuk, pengembangan pangan lolak, pembinaan optimalisasi pekarangan, Merangkai bunga kebun, Pengajian bersama Umi Pipik, penyuluhan Ibu Hamil di Puskesmas dan Upacara Peringatan berbusana tradisional Jawa yang diikuti oleh sekitar3000 peserta.

Bupati Klaten Hajah Sri Hartini dalam sambutannya mengatakan, berkat kegigihan perjuangan Ibu Kartini, kedudukan kaum wanita Indonesia telah memeperoleh hak-hak yang sama dengan kaum pria. Hsl ini kemudian menjadikan kaum wanita mempunyai peranan penting dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara maupun bermasyarakat. “Wanita harus mampu mandiri, berdaya guna dan bermanfaat bagi diri dan keluarganya, masyarakat bangsa dan negara dan ditangan wanitalah kualitas sebuah keluarga ditentukan, untuk membanguna bangsa yang berkwalitas sehat dan tangguh“ tandasnya.

Hubungannya dengan pagelaran wayang kulit, bupati Klaten mengatakan, seni tradisi dimaksud membawa misi dan fungsi edukasi luhur, karena selain menjadi tontonan yang menghibur juga memberi tuntutan dalam pembentukan karakter dan kepribadian sumberdaya manusia yang berkwalitas. Banyak falsafah hidup maupun keteladanan yang dapat dipetik dari gelaran wayang kulit, kususnya bagi generasi muda harus didekatkan dengan akar budaya daerah sendiri. “ Masyarakat akan kehilangan identitas dan kebanggaannya ketika komunitas masyarakat tidak dibangundari akar budaya daerah yang berkembang diwilayahnya “ jelasnya.

telah dibaca: 102 kali

Comments are closed.