Panen Padi Klaten Tahun 2015 Mengalami Surplus

Sekda Klaten bersama Wakil Bupati dalam Acara Sosialisasi Penerapan Pemupukan Berimbang

Sekda Klaten bersama Wakil Bupati dalam Acara Sosialisasi Penerapan Pemupukan Berimbang

Klaten – Rabu (24/02) di gedung pendapa Pemerintah kabupaten Klaten diselenggarakan Sosialisasi Pemupukan Berimbang dalam Mensukseskan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi Jagung Kedelai (UPSUS PAJALE) dan Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2016. Kegiatan diikuti oleh sekitar 500 peserta dari unsur TNI, Distributor, Penyalur, Pengecer dan lain-lain itu secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Hajah Sri Mulyani mewakili Bupati.

Wakil Bupati Hajah Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, pemerintah menargetkan swasembada pangan dalam tiga tahun hingga 2017 melalui UPSUS PAJALE, Klaten sendiri memberikan dukungan pada program tersebut sehingga di tahun 2015 mengalami Surplus produksi padi dengan realisasi sebanyak 425.193 Ton dari target 394.160 Ton. Hal ini mengukuhkan diri sebagai daerah penyangga pangan Jawa Tengah maupun Nasional. “Keberhasilan ini menunjukkan upaya dari Dispertan dan lembaga serta petani telah bekerja sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil maksimal“ ujarnya.

Kepala Dispertan Klaten Wahyu Prasetyo dalam paparannya mengatakan, tahun 2016 (tahun kedua) Klaten oleh pemerintah pusat diterget menanam padi seluas 69.864 Ha dengan produksi 402.310 ton Gabah Kering Panen (GKP), disamping itu sasaran tanaman jagung seluas 11.814 Ha produksi 91.858 ton serta tanaman kedelei seluas 2.743 Ha dengan produksi 5.456 Ha. “Untuk mencapai sasaran tersebut perlu dukungan ketersediaan Sarana Produksi Pertanian (Saprotan) utamanya benih dan alat mesin pertanian, pestisida maupun pendampingan/penyuluhan dari berbagai pihak“ jelasnya.

Menurut Wahyu, penggunaan pupuk bersubsidi harus memenuhi 4 kriteria agar efektif dan efisien yaitu tepat dosis (tidak kurang atau berlebihan), tepat waktu (sesuai pertumbuhan tanaman), tepat cara (sesuai tanaman mengambil hara) dan tepat jenis (sesuai konsisi tanah dan kebutuhan tanaman). Penyediaan pupuk bersubsidi membantu ketersediaan pupuk bagi petani, sehingga perlu pengawasan ketentuan yang mengaturnya. “ Alokasi pupuk bersubsiidi di Klaten tahun 2016 Urea 27.000 ton (HET Rp.1.800), ZA 10.460 Ton (HET Rp.1.400), SP.36 sebanyak 2.100 Ton (HET Rp.2.000), NPK 13.130 ton (HET Rp.2.300) dan Pupuk Organik 4.840 ton (HET Rp. 500)” tambahnya.

Sekda Klaten H Jaka Sawaldi selaku ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Klaten mengatakan, mempunyai tugas mengusulkan alokasi pupuk bersubsidi, mengawasi pengadaan ketersediaan dan penyeluran, memfasilitasi penggunaan pupuk berimbang dan lain-lain. “ Apabila semua melaksanakan tugas dengan tertib sesuai ketentuan, kebutuhan pupuk tidak masalah karena sebelumnya telah dibentuk RDK dan RDKK sampai dengan pengalokasiannya“ tandasnya.

Petugas dari Dispertan Propinsi Jateng Amat Pranoto mengemukakan, sesuai ketentuan yang berlaku saat ini areal lahan pertanian tanaman pangan seorang petani tidak dibatasi sampai dengan 2 hektar saja diareal yang berbeda atau tidak dalam lingkup domisi mereka, namun untuk lahan perkebunan luasannya dibatasi. Untuk pendataan RDKK kedepan akan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga dapat mengurangi jumlah kelebihan penggunaan pupuk yang dibutuhkannya.

telah dibaca: 283 kali

Comments are closed.