Pemerintah Mengkaji Penyerapan Gabah Petani

Klaten – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mewacanakan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, ikut menyerap gabah milik petani di Jawa Tengah. Hal tersebut berkaitkan rendahnya harga gabah yang diserap dari hasil panen petani.

Dalam kunjungan ke gudang Bulog Banaran, Delanggu, Senin (29/3/2021), Gubernur Ganjar didampingi Wakil Bupati Klaten meninjau langsung proses penyerapan gabah dari petani. Menurutnya harga gabah yang diserap dari petani saat ini tergolong rendah lantaran tidak sesuai dengan ongkos produksi yang dikeluarkan oleh petani.

“Banyak faktor mengapa harganya rendah, di antaranya karena kadar airnya masih tinggi, serapan pasar masih rendah, dan adanya panen raya,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, ia berharap adanya terobosan kebijakan dari pemerintah pusat agar petani tetap sejahterah. Ganjar juga mewacanakan pemerintah daerah bersama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membantu penyerapan gabah petani.

“Selama ini serapan gabah hanya dilakukan oleh Bulog, sementara tidak stok yang dikeluarkan kecuali adanya bencana dan operasi pasar. Saya berpikir pemda dan pemkab di Jawa Tengah lewat Dinas Ketahanan Pangan-nya ikut membantu menyerap,” ungkapnya.

Baca Juga:  Makin Keren, Kinerja Pengawasan Kearsipan Klaten Nomor Tujuh Terbaik Nasional

Secara umum, ketersediaan cadangan beras di Jawa Tengah hingga bulan Juni mendatang sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. Termasuk mengkaver kebutuhan pada Ramadan dan lebaran mendatang. Di Kabupaten Klaten, hingga bulan Juni mendatang surplus beras mencapai 140 ribu ton.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 39 kali

Comments are closed.