Pemkab Klaten Targetkan Pajak MBLB Tembus Rp 6 M

Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menargetkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak pengambilan mineral bukan logam dan batuan (MBLB) di tahun ini mencapai Rp 6 miliar. Diharapkan melalui peningkatan perolehan pajak tersebut dapat berdampak pada pembangunan di wilayah lereng Gunung Merapi yang menjadi lokasi penambangan.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan penetapan target tersebut dilakukan dengan tujuan agar sektor pertambangan MBLB memberikan kontribusi bagi wilayah yang terdampak aktivitas tambang. Ia menilai hingga saat ini dampak penambangan masih belum berimbang dengan hasil tambang yang diambil oleh pengusaha.

“Agar berimbang, masyarakat juga merasakan manfaat pembangunannya. Satu contohnya selama ini aktivitas penambangan dengan lalulintas angkutan tambang berdampak pada rusaknya ruas jalur evakuasi,” paparnya usai membuka sosialisasi optimalisasi penerimaan pajak MBLB di ruang rapat paripurna DPRD Klaten, Selasa (6/4/2021).

Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Klaten, Riyan Wijaya mengatakan perolehan PAD dari sektor pajak MBLB di Kabupaten Klaten pernah menembus angka Rp 8 miliar di 2018. Untuk itu, pihaknya membentuk tim optimalisasi pajak MBLB yang akan memantau kegiatan eksploitasi MBLB sekaligus memungut pajaknya.

Baca Juga:  Wabup Minta FKUB Jadi Garda Depan Pencegahan Covid-19

“Yang dikenakan wajib pajaknya adalah kegiatan eksploitasinya. Sehingga ada dan tidaknya penjualan, pajak harus tetap dibayarkan oleh pengusaha tambang,” paparnya.

Selain itu, untuk optimalisasi penerimaan pajaknya, BPKD Klaten juga menerjunkan tim pengecekan lapangan yang ditempatkan di jalur lalulintas angkutan hasil tambang dan lokasi penambangan.

“Gunanya untuk menambah referensi pengawasan dan pemeriksaan khususnya dalam pengisian SPT. Dengan tim ini, kita bisa bersatupadu untuk pelaksanaan pajak MBLB di Kabupaten Klaten,” katanya.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 53 kali

Comments are closed.