Pemkab Klaten Terbaik Ketujuh Penilaian Pengawasan Kearsipan Nasional

KLATEN – Prestasi manis kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Klaten di kasta nasional. Di acara Rapat Kordinasi Nasional Evaluasi Pengawasan Kearsipan yang dilakukan lembaga Arsip Nasional Indonesia (ANRI) , melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus), Pemkab Klaten mampu bertengger di urutan tujuh nasional terbaik dengan kategori sangat memuaskan.

Penganugerahan penghargaan diberikan langsung Penjabat Pelaksana Tugas ANRI Jakarta M. Taufik kepada Kepala Dinas Arpus Klaten Syahruna mewakili Bupati Klaten Sri Mulyani di Hotel Santika Jakarta (Kamis,10/06/21).

Syahruna menjelaskan capaian ini tidak mudah diraih. Kata kuncinya, Dinas Arpus terus bekerja keras terutama penguatan regulasi, sarana pendukung dan pembinaan.

“Ketaatan terhadap undang-undang kearsipan terkait penetapan kebijakan kearsipan menjadi poin penting. Lalu program kearsipan yang digulirkan Pemkab Klaten seperti penerimaan penghargaan, pembinaan terhadap ormas dan perusahaan swasta skala kabupaten, pengelolaan arsip in aktif, SDM dan sapras. Itu yang telah lakukan dan diraih” jelas Syahruna saat dikonfirmasi Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten (11/6/21).

Baca Juga:  Direvitalisasi, Rowo Jombor Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata yang Keren

Disinggung kebijakan kearsipan lanjutannya, PNS yang pernah menjabat Inspektur Klaten itu mengatakan kalau saat ini nilai pengawasan itu masih melekat pada lembaga kearsipan daerah atau Dinas Arpus Klaten. Ke depan polanya berubah.

“Tahun depan terkait obyek penilaian akan bergeser. Semula obyek nya 100 persen di Dinas Arpus, tapi nanti nya proporsi berubah. Sebanyak 40 persen obyek penilaian pengawasan kearsipan di Dinas Arpus dan 60 persen nya organisasi perangkat daerah. Ini yang penting dipahami. Maka kami saat ini getol melakukan asistensi dan pendampingan sejumlah OPD. Selanjutnya setiap OPD harus segera berbenah dalam pengawasan kearsipan internalnya” jelas Syahruna.

Penulis Joko Priyono
Editor Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 28 kali

Comments are closed.