Pemkab Klaten Terus Berupaya Tekan Penyebaran Kasus PMK

Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten menggelar rapat penanganan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Rapat tersebut turut dihadiri oleh Bupati Klaten, Asisten, DKPP Klaten serta tamu undangan lain di Ruang Rapat Utama Gedung Setda Kabupaten Klaten, Jum’at siang (22/07/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten, Sri Mulyani menyampaikan kasus awal PMK di Kabupaten Klaten yaitu pada tanggal 10 Mei 2022 dengan 4 kasus. Dirinya mengungkapkan total suspek hingga saat ini sebanyak 1.280 kasus, total kasus sembuh 1.415 kasus, serta tingkat kesembuhannya adalah 52,50%.

“Melihat perkembangan kasus PMK di Klaten dari awal kasus tanggal 10 Mei 2022, saat ini mengalami kenaikan. Tren kasus ketika pasar di tutup cenderung melandai, namun setelah pasar di buka tren mulai naik dan tiap hari hampir ada saja kasusnya. Maka dari itu kita perlu melakukan beberapa langkah strategis untuk menurunkan angka kasus ini.” tutur Sri Mulyani

Selanjutnya, Sri Mulyani mengatakan kasus kesembuhan PMK di Klaten memang banyak, namun mutasi penularannya juga cepat. Di Kabupaten Klaten sendiri telah ada 2.999 ekor sapi yang di vaksin dan kedepan akan terus bertambah. Dirinya juga menambahkan langkah yang harus dilakukan guna menangani kasus PMK di Kabupaten Klaten adalah mencegah ternak baru masuk ke wilayah yang belum terjangkit; mencegah keluarnya ternak yang sakit ke wilayah yang belum terjangkit; mengedukasi masyarakat untuk tidak panik dan tidak menjual ternaknya yang sakit; meningkatkan kebersihan kandang; serta mensiagakan puskeswan.

Baca Juga:  Larwasda Tahun 2022 : Bupati Klaten Minta Seluruh OPD Wajib Berinovasi

“Ternak yang telah di vaksin berjumlah 2.999 ekor sapi dan kedepan akan terus bertambah sesuai dengan alokasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Langkah selanjutnya dalam pengendalian, ada beberapa SOP dan langkah-langkah yang dilakukan.” jelasnya

Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Widiyanti melaporkan setelah pasar ternak di buka, aktivitas pasar terbatas karena kasus PMK mulai merangkak naik. Dirinya berharap para peternak dapat menaati aturan yang telah ditetapkan agar penularan PMK dapat ditekan.

“Aktivitas pasar saat ini tidak terlalu signifikan seperti sebelumnya. Aktivitasnya terbatas karena memang kasus PMK di Klaten mulai meningkat kasusnya. Semoga PMK di Klaten ini bisa segera di tekan dan kasusnya menurun.“ tambah Widiyanti. (Doc/Rilis/Prokopim-Klt)

telah dibaca: 81 kali

Comments are closed.