Pengembalian Fungsi Utama Rawa Jombor Mendesak Dilakukan

Klaten – Revitalisasi tahap kedua Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat akan segera dilaksanakan. Proyek ini difokuskan pada penataan dan pembangunan sejumlah fasilitas di sisi timur.

Di sisi lain, pengembalian fungsi utama Rawa Jombor dinilai mendesak dilakukan. Pegiat Sekolah Sungai Klaten, Arif Fuad Hidayah mengatakan kondisi Rawa Jombor saat ini perlu penangan yang serius.

“Kondisi Rawa Jombor sudah mulai ramai diperbincangkan sejak 2017. Dari kajian, diketahui kalau kondisi rawa sudah mengkhawatirkan dan berdampak pada fungsi utama yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya, Jumat (11/6/2021).

Di antara fungsi yang terganggu antara lain irigasi yang tidak maksimal dan sebagai penampung aliran air hujan. Menurutnya kondisi pencemaran yang terjadi di Rawa Jombor, membuat air rawa tidak bisa dimanfaatkan seperti seharusnya dan mempengaruhi keberadaan sektor lain yang bergantung pada Rawa Jombor.

“Belum lagi sedimentasi dan alih fungsi lahan rawa yang terus terjadi, membuat fungsi rawa tidak berjalan. Sehingga pengembalian fungsi utamanya mendesak karena rawa bisa sekarat. Artinya bila sampai terlambat penangannya, dampaknya sangat luas,” katanya.

Baca Juga:  Direvitalisasi, Rowo Jombor Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata yang Keren

Arif mengapresiasi upaya pemerintah yang mulai menggarap penataan ulang Rawa Jombor. Pasalnya bila tidak ada penangan yang serius, semua sektor yang mengandalkan Rawa Jombor dapat berhenti bersamaan.

“Saat ini yang terjadi adalah fungsi pendukung rawa justru mendominasi dibandingkan fungsi utama. Padahal seharusnya jangan sampai fungsi utama tergeser. Kalau tidak ada penangan yang masif, maka fungsi pendukung seperti rawa sebagai obyek wisata juga turut berhenti,” paparnya.

Di sisi lain, pakar lingkungan UGM, Suratman mengatakan dari riset yang dilakukan kualitas air Rawa Jombor tidak lagi memenuhi baku mutu, kondisi ini dipengaruhi polusi kimia dalam air. Biological Oxygen Demand (BOD) air Rawa Jombor tinggi dan dinilai sangat berbahaya.

“Pencemaran yang sudah di atas ambang batas bisa berdampak terhadap ikan yang ada di rawa. Selain itu, pencemaran berdampak pada pertumbuhan padi dengan irigasi bersumber dari air rawa,” ungkapnya.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 59 kali

Comments are closed.