Pentas Tari Kolosal Menjadi Acara Pembuka Rangkaian Peringatan Hari Jadi Klaten Ke-215

Sebanyak 500 penari dari berbagai sanggar bergabung membawakan Tari Gambyong secara masal di Alun – Alun Klaten (Sabtu, 6/7) mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke 215 Tahun 2019.
Dari pagi warga sudah menyemut di Alun-Alun Kota Klaten yang sudah dikelilingi pagar besi oleh petugas keamanan. Penari yang kebanyakan pelajar dari SD, SMP, SMA dan SMK diberbagai sanggar tari memasuki sisi barat Alun-Alun Klaten seiring alunan gamelan berbunyi. Sinar matahari yang cerah menambah antusias penonton mengikuti acara sampai selesai.
Bupati Klaten Sri Mulyani, jajaran Forkompinda dan pejabat setempat memberikan apresiasi pementasan tari massal membuka rangkaian Hari Jadi Klaten Ke-215.
“Pentas tari massal ini adalah bukti komitmen Pemerintah dalam mengangkat seni budaya. Keberadaan seni tari di Kabupaten Klaten harus terus dijaga dan dilestarikan. kegiatan tari massal ini merupakan wujud rasa syukur atas Hari Jadi ke 215 Kabupaten Klaten serta wujud pelestarian seni dan budaya. Kegiatan ini juga bertujuan menjalin silaturahmi antara pemerintah dengan warga Klaten ”ujarnya.
Lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan di usianya yang ke 215, Pemkab Klaten terus berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
“Bersama seluruh masyarakat Pemkab Klaten terus membangun dan berbenah untuk mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Hal tersebut sesuai dengan tema Hari Jadi ke 215 Kabupaten Klaten yaitu Guyub rukun nyawiji ambangun Negari,” jelas Bupati Sri Mulyani
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Pantoro menjelaskan tujuan diselenggarakannya Tari Kolosal kali ini adalah untuk menumbuh-kembangkan rasa kebangsaan dan rasa cinta terhadap seni budaya bangsa sendiri. Serta memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berkreasi, berapresiasi, dan berimajinasi.
“Selain tari Gambyong, para penari juga membawakan Tari Widaninggar, Tari Lengger Solasih, Tari Dolanan Kenthongan, Tari Prajurit Bhayangkari, Tari Goyang-Goyang, Tari Luyung (Lurik Payung), Tari Jaranan, Tari Ledek Tembayatan, dan Tari Cangikan,” jelas Pantoro

WhatsApp Image 2019-07-06 at 10.01.13
WhatsApp Image 2019-07-06 at 10.01.12
WhatsApp Image 2019-07-06 at 09.49.34
WhatsApp Image 2019-07-06 at 09.49.39
WhatsApp Image 2019-07-06 at 09.49.29
WhatsApp Image 2019-07-06 at 09.49.46

telah dibaca: 102 kali

Comments are closed.