Percepat Pembangunan Desa, Bupati Klaten Dorong 1 Desa 1 Inovasi

Klaten – “Problem utama dalam pembangunan desa adalah mengajak desa untuk berinovasi,” Ungkapan tersebut disampaikan Bupati Klaten pada saat acara Halal bi halal dan Rakor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada senin, 17 Juni 2019. Acara yang berlangsung di Pendopo Pemkab Klaten tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Agus Riyanto serta pendamping desa dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Klaten.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Jaka Purwanto S.Sos. MM dalam laporannya menyampaikan, saat ini Kabupaten Klaten telah memiliki Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) untuk mendampingi pembangunan desa. P3MD terdiri dari tenaga ahli, Pendamping desa tingkat kecamatan yang berjumlah 71 orang serta Pendamping Lokal desa sebanyak 97 orang dengan pembagian 1 orang mendampingi 2-3 desa.

“Tugas utama P3MD adalah mendampingi desa dalam proses percepatan pembangunan desa sehingga terwujud desa yang maju mandiri berdaya saing sesuai dengan visi misi Kabupaten Klaten” tambah Purwanto

Peran pendaping lokal desa maupun kader pemberdayaan desa sangatlah penting guna mendorong terlaksananya proses perencanaan partisipatif. Banyak dan beragamnya latar belakang menjadi ukuran awal keberhasilan proses tersebut. Oleh karena itu, dituntut kreatifitas dari pendamping dalam memediasi dan menfasilitasi proses perencanaan.

Upaya pelibatan warga dalam pembangunan desa juga semakin digalakkan. Upaya tersebut dimulai dengan melibatkan warga mulai dari kelompok maupun dusun saat musyawarah penggalian gagasan dalam rangka penyusunan RPJMDesa maupun RKPDesa. Semakin banyak warga yang hadir dan beragamnya kelompok peserta musyawarah akan melahirkan banyak kebutuhan untuk dirangkum dalam perencanaan desa.

Beragamnya cara pendampingan warga dalam menfasilitasi proses penggalian gagasan diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya dokumen perencanaan desa yang berdasarkan kebutuhan, karena digali dari potensi ataupun asset desa. Perencanaan desa berbasis asset akan mendorong lahirnya karya inovasi desa yang diharapkan dapat menjadi kegiatan bernilai ekonomi. Pada akhirnya hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Desa.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam pidato sambutannya menuturkan problem utama dalam pembangunan desa adalah mengajak desa untuk berinovasi. Besarnya dana desa masih sulit menggeret desa untuk berfikir inovatif.

Sri Mulyani menambahkan dari 391 desa, 280 sudah mempunyai bumdes dan sekitar 20 desa sudah mempunyai omset yg tinggi. Sehingga yang dulunya desa merah sekarang sudah membaik statusnya.

Pada anggaran perubahan nanti ada pengadaan stiker yang akan ditempel di setiap rumah warga kurang mampu. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan BPS saat verifikasi. cara itu juga sebagai upaya menumbuhkan rasa malu dikalangan warga yang sebenarnya telah mampu tapi masih mengaku miskin” Tutur Hj Sri Mulyani

Sri Mulyani berpesan, anggaran sekitar 400 T dari APBN untuk betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik baiknya.

“Saya minta betul-betul dikawal dengan baik dan seksama dan saya minta 1 desa 1 inovasi. Jika terwujud saya berjanji akan menambahkan insentif untuk pendamping desa dari APBD Klaten di tahun 2020” Tegas Sri Mulyani.

telah dibaca: 68 kali

Bagikan melalui:

Comments are closed.