Perkembangan Kasus PMK di Klaten Jadi Perhatian Khusus Komisi IV DPR RI

Kamis, (16/06/2022), Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Klaten. Kunjungan tersebut dilakukan guna memperhatikan penanganan PMK di Kabupaten Klaten dalam rangka menjaga pasokan sapi dan daging serta upaya pengendalian pencemaran air akibat limbah industri pengolahan mie soun.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Jajaran Komisi IV DPR RI, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, DLHK Jawa Tengah, Dispertan Jawa Tengah, Wakil Bupati Klaten, Kepala OPD Klaten terkait dan tamu undangan lain.

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya yang dalam kesempatan tersebut mewakili Bupati Klaten menyampaikan wabah PMK telah menimbulkan keresahan di masyarakat terlebih lagi menjelang Hari Raya Idul Adha. Dirinya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten melalui DKPP Klaten telah melakukan berbagai upaya guna menangani dan mencegah meluasnya sebaran PMK.

“Hingga hari ini suspek PMK di Klaten ada 664 ekor yang tersebar di 13 kecamatan. Dinas terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mencegah meluasnya wabah ini.” jelas Yoga Hardaya

Baca Juga:  Sapi Sehat Di Klaten Mulai Divaksin PMK

Yoga Hardaya juga menyampaikan terkait dengan limbah industri pengolahan mie soun yang berada di Desa Daleman, Tulung pada tahun 2015 telah bekerja sama dengan Denmark untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun pada beberapa tahun terakhir pembangunan mangkrak.

“Tahun 2015 sebenarnya sudah kerjasama dengan pihak Denmark untuk pembangunan IPAL di Daleman, Tulung, namun mangkrak. Saya mohon dengan hormat Komisi IV DPR RI dapat membantu mengkomunikasikan dengan kementerian atau pihak terkait agar pembangunan ipal dapat segera dilanjutkan. Selain itu, disana pencemaran air akibat limbah mie soun juga berpengaruh dengan keadaan sumur yang sudah tidak bisa digunakan lagi untuk kegiatan sehari-hari.” imbuhnya

Ketua Tim/ Wakil Ketua Komisi IV, Anggia Erma Rini dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa fokus kunjungan yang dilakukan oleh Komisi IV tersebut adalah membahas terkait perkembangan PMK dan pencemaran air akibat pengolahan mie soun di Desa Daleman, Tulung.

“Konsen kita pada kunjungan ini ada PMK karena penyakit ini sangat mudah menular. Disini kita juga perlu tau sejauh mana perkembangan PMK di Klaten. Selain itu, nanti kita juga akan kulik pencemaran air akibat pengelolaan mie soun dan pembangunan IPAL disana.” ungkap Anggia

Baca Juga:  Mau Beli Hewan Kurban? Simak Imbauan DKPP Klaten

Selanjutnya, Anggia menambahkan bahwa dalam waktu dekat vaksin untuk ternak yang terkena PMK akan mulai didistribusikan. Untuk itu, dirinya meminta pemerintah daerah bersiap guna melakukan langkah percepatan vaksinasi. Dirinya mengatakan sebelum vaksin didistribusikan, pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melalukan langkah-langkah pencegahan agar penyebaran PMK dapat ditekan.

“Vaksinnya nanti ada dan dalam waktu dekat mulai didistribusikan. Vaksin ini nanti prioritas diberikan kepada ternak yang terpapar PMK dulu. Sebelum ada vaksin, dinas terkait atau pemerintah bisa melakukan langkah pencegahan atau penanganan terlebih dulu untuk menekan kasus PMK.” tuturnya

Terakhir, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV. (Doc/Rilis/Prokopim-Klt)

telah dibaca: 97 kali

Comments are closed.