Petani Diimbau Kompak Kendalikan Hama

Klaten – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mengimbau petani untuk lebih cermat dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pasalnya keberadaan OPT berpengaruh pada hasil panen petani.

Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti menilai hingga saat ini petani belum kompak dalam mengendalikan OPT yang selama ini menjadi hama tanaman pangan. Hal ini menyebabkan siklus hidup hama tanaman tidak terputus.

“Contohnya tikus. Jika gropyokan dilakukan di satu lahan tapi lahan lain tidak dilakukan hal yang sama, tikus yang lolos hanya akan pindah lahan, akhirnya kondisi ini terus berlanjut. Demikian dengan OPT lain seperti wereng,” katanya, Selasa (27/4/2021).

Selain upaya pengendalian yang belum sama, pola tanam yang belum seragam juga menyebabkan populasi OPT bertahan. Menurutnya ketidakseragaman pola tanam tersebut membuat OPT terus berpindah karena ketersedian habitat yang sesuai.

“Berbeda bila waktu dan pola tanamnya seragam atau minimal berdekatan, pengendalian OPT bisa dilakukan secara serentak sehingga bisa memutus siklus hama. Sayangnya hal ini masih sulit diterapkan meskipun sudah ada petani di beberapa kecamatan sudah mulai menerapkan pola tanam secara seragam,” paparnya.

Baca Juga:  Waspadai Klaster Pusat Perbelanjaan

Ia menambahkan ketidakseragaman tersebut dipengaruhi kondisi wilayah yang berbeda, terutama ketersediaan air. Pola padi-padi-palawija selama ini tertib dilakukan petani di wilayah tadah hujan seperti Cawas dan Karangdowo. Sedangkan petani di wilayah dengan suplai air sepanjang tahun seperti Tulung dan Polanharjo lebih cenderung menanam padi sepanjang tahun.

“Kami berharap petani semakin memahami perilaku OPT sehingga bisa melakukan pengendalian secara mandiri,” ungkapnya.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 23 kali

Comments are closed.