Pola Hidup Sehat Harus Jadi Gaya Hidup

KLATEN – Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Balai Desa Jonggrangan, Klaten Utara, Sabtu (2/7/2022). Sosialisasi tersebut dihadiri Camat, Kepala Desa, Perangkat Desa, Kelompak PKK, Kelompok Germas Klaten, Kelompok Posyandu, tokoh masyarakat, warga masyarakat desa setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, turut disampaikan penjabaran program Germas yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Klaten, Farida Nur Aisyiyah menyampaikan masyarakat perlu dibiasakan dan membiasakan diri dengan perilaku hidup sehat. Termasuk beralih ke gaya hidup sehat agar kualitas kesehatan turut meningkat.

“Gaya hidup sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan kita. Mulai dari pola hidup hingga konsumsi. Karena itu sudah saatnya masyarakat beralih ke gaya hidup yang sehat. Yang tadinya merokok, bisa pelan-pelan mengurangi, minimal tidak merokok di dalam rumah agar anggota keluarga tidak terpapar asap rokok,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hari Jadi ke-218 Kabupaten Klaten : Ndarboy Genk Sukses “Ambyarkan” Warga Klaten

Ia menjelaskan Germas merupakan tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa secara kesadaran kemauan dan kemampuan berilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Adapun fokus Germas Klaten di antaranya aktivitas fisik secara teratur, buah dan sayur dikonsumsi setiap hari, hingga cek kesehatan secara rutin.

“Usahakan dalam seminggu sekali ada kegiatan olahraga yang terukur
Ini yang terkadang kurang dicermati oleh masyarakat. Sehingga bukan berujung peningkatkan kesehatan justru berdampak kondisi kesehatan yang menurun,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen mengatakan bahwa sosialisasi Germas ini bertujuan untuk menjaga status atau derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dengan sosialisasi Germas diharapkan masyarakat mempunyai kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat.

“Untuk hidup sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi masyarakat juga harus ikut serta. Karena itu, upaya Germas harus dilakukan secara sistematis dan terencana,” ujar pria yang akrab disapa Gus Nabil itu.

Lebih lanjut, Gus Nabil menyampaikan bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) wajib memiliki jaminan kesehatan untuk dirinya. Bagi warga yang mampu, mereka harus ikut BPJS Kesehatan secara mandiri. Sedang bagi warga yang benar-benar tidak mampu, mereka harus memperoleh haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan milik negara secara gratis. (ang/Kominfo-klt)

Baca Juga:  Tinjau Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrim, Stafsus Presiden : Butuh Kolaborasi

telah dibaca: 113 kali

Comments are closed.