Puncak Merapi Muncul Pendaran Sinar, Diduga Lava Pijar

KLATEN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas peningkatan.
Manifestasi dari peningkatan aktivitas ini telihat pada Senin malam (4/1) pukul 19.52 WIB, dimana terjadi guguran yang terpantau dari kamera CCTV di sisi barat daya Gunung Merapi dan kamera thermal di stasiun Panguk.

Berdasarkan rilis yang diterima Dinas Kominfo Klaten dari BPPTKG Yogyakarta menyebutkan video dari CCTV mode nightview menampilkan pendaran sinar yang diduga adalah lava pijar. Hasil pengamatan ini didukung dengan foto dari Pos Kaliurang yang menunjukkan rona merah di lokasi yang sama.

Bertepatan dengan pengamatan kejadian tersebut, jaringan seismik Gunung Merapi merekam gempa guguran.

Kepala BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi, Hanik Humaida menyatakan pada tanggal 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik. Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan.

“Sinar yang teramati sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Desember 2020 pukul 21.08 WIB, bisa jadi merupakan indikasi awal akan munculnya api diam dan lava pijar” terangnya.

Baca Juga:  Girpasang Kian Keren, Dari Kopi Merapi, Sensasi Kereta Gantung Sampai Kuliner Ingkung

Hanik mengapresiasi bantuan dari para pihak yang telah berbagi informasi terkait aktivitas Gunung Merapi. “Informasi ini sangat berguna bagi pemantauan aktivitas Gunung Merapi saat ini”, ujarnya.

Hanik mengimbau masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan akan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.

Terkait dengan kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dimana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 74 kali

Comments are closed.