Relawan Klaten Raih Penghargaan BNPB

Klaten – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghargaan kepada relawan Klaten, Arif Fuad Hidayah. Penghargaan tersebut diserahkan atas inisiasinya dalam gerakan Sekolah Sungai Kabupaten Klaten.

“Alhamdulillah, penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, namun ini untuk masyarakat dan relawan Klaten yang sudah selalu bersemangat bergotong royong dalam penanganan bencana,” ungkapnya usai menerima penghargaan secara virtual di lantai 2 Gedung Diskominfo Klaten, Rabu (10/3/2021).

Melalui gerakan Sekolah Sungai, warga Desa Sengon, Kecamatan Prambanan ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan, khususnya di sekitar wilayah aliran sungai. Ia berharap gerakan peduli terhadap lingkungan semakin meluas dan semakin banyak masyarakat yang ikut andil di dalamnya.

“Harapannya dengan diberikannya penghargaan ini, relawan dan komunitas semakin semangat, karena apa yang dilakukan mendapatkan apresiasi. Namun bukan itu tujuannya, karena tujuan utamanya adalah membantu masyarakat menyelamatkan lingkungan dari kerusakan,” katanya.

Gerakan Sekolah Sungai sendiri bukan hanya berkutat pada kegiatan bersih sungai. Lebih lanjut, Arif mengatakan kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan banjir hingga penghijauan di lingkungan sungai.

Baca Juga:  Makin Keren, Kinerja Pengawasan Kearsipan Klaten Nomor Tujuh Terbaik Nasional

Penghargaan tersebut berdasarkan keputusan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 dengan tema ‘Tangguh Menghadapi Bencana’ yang dibuka Presiden Joko Widodo, Februari 2021. Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB, Doni Monardo mengucapkan terima kasih atas peran serta semua elemen dalam penanggulangan bencana. Penghargaan BNPB tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan media massa atas partisipasi dan kepeduliannya dalam gerakan peduli lingkungan, pencegahaan bencana, serta penanganan pandemi Covid-19.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 44 kali

Comments are closed.