Revitalisasi Rowo Jombor Diharapkan Rampung 2022

 

KLATEN – Proyek revitalisasi Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat kembali dilanjutkan. Warung apung dan keramba jaring apung (KJA) yang berada di dalam waduk, mulai dibongkar.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengecek secara langsung kelanjutan proyek yang dimulai kembali akhir Oktober lalu. Sejumlah pekerjaan dilakukan sebagai langkah awal revitalisasi Rawa Jombor, di antaranya pembongkaran warung apung dan KJA yang berada di dalam area tampungan air.

“Alhamdulillah masyarakat yang memanfaatkan Rawa Jombor, baik yang di warung apung maupun keramba, sudah bersedia menghentikan aktivitasnya dan kegiatan revitalisasi dapat dilanjutkan,” paparnya ditemui Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten di lokasi, Rabu (3/11/2021).

Terlihat di lokasi, beberapa alat berat sedang membersihkan jaring yang digunakan sebagai keramba. Sementara sejumlah warung apun tampak dibongkar secara mandiri oleh pemilik. Satu per satu pemilik warung apung mulai memindahkan material bangunan warung yang sebagian besar berbahan bambu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berharap proyek revitalisasi Rawa Jombor dapat selesai di tahun depan. Sehingga masyarakat Kabupaten Klaten segera dapat memanfaatkan waduk yang dibangun sejak era kolonial Belanda ini.

Baca Juga:  Resmi, ASN Klaten Pakai “Saenaga” Untuk Presensi

“Semoga kondisi keuangan negara kembali normal, sehingga revitalisasi Rawa Jombor dapat selesai di tahun depan dan masyarakat kembali merasakan manfaatnya. Apalagi dengan adanya penataan ini, wajah baru Rawa Jombor akan semakin melengkapi pariwisata di Klaten,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS-BS), Naryo Widodo mengatakan di sisa tahun anggaran ini, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22,5 miliar untuk revitalisasi Rawa Jombor. Anggaran tersebut digunakan untuk pembersihan warung apung dan keramba, hingga pembangunan pedestrian yang mengeliling area Rawa Jombor sepanjang 2,6 kilometer.

“Kegiatan masih difokuskan untuk penataan dan persiapan revitalisasi. Pengerukan sedimentasi rencananya dilaksanakan tahun depan. Yang mendesak saat ini adalah membersihkan area tampungan air Rawa Jombor, karena selain banyak keramba apung yang harus dibersihkan, masalah eceng gondok yang tersebar hampir di seluruh area juga harus diatasi,” katanya menjelaskan.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 235 kali

Comments are closed.