Rumah Impian Sederhana Sayekti, Warga Sumber Trucuk Kini Siap Ditempati

KLATEN – Sayekti (52) warga Dukuh Sumber Wetan, Sumber, Trucuk, Klaten tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Impian memiliki rumah yang layak huni kini menjadi nyata dan tidak harus menumpang di rumah saudara seperti selama ini.

Hampir empat pekan warga bergotong-royong dimotori relawan Komunitas Peduli Trucuk (KPT), rumah itu kini telah berdiri.

Penyerahan rumah ditandai dengan pemberian kunci rumah secara simbolis oleh Ketua RT setempat Sarbini kepada Sayekti disaksikan relawan KPT dan warga sekitar (Minggu,2/01).

“Saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali mengucapkan terima kasih kepada relawan KPT yang telah membangun rumah buat kami. Terimah kasih juga untuk tetangga sekitar yang telah ikut bergotong-royong membangun rumah buat kami sekeluarga. Semoga kebaikan itu menjadi amal baik” ungkap Sayekti disaksikan warga.

Humas KPT Sri Hartati (35) kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten menjelaskan bersama relawan akan terus bergerak membantu warga yang benar-benar membutuhkan memiliki rumah layak huni. Bukan hanya itu bakti sosial bagi anak yatim piatu juga akan terus dijalankan.

Baca Juga:  Pemkab Klaten Raih Opini WTP 4 Tahun Berturut-turut

“KPT Trucuk sendiri sudah tiga tahun berdiri. Rumah Sayekti Sumber Wetan, Trucuk adalah rumah kedelapan yang bisa dibantu pembangunannya. Rumah Sayekti ini menelan anggaran 50 juta hasil patungan dan sumbangan warga” terangnya.

Wanita asli Ceper Klaten yang aktif di kegiatan Srikandi Sungai Indonesia dan Komunitas Sungai Cino menambahkan kalau bantuan warga ada yang berupa uang dan barang. Tapi yang tak kalah penting semangat gotong-royong warga itu adalah nilai yang penting untuk dirawat.

“Saya sangat salut semangat gotong – royong warga Sumber, Trucuk. Mereka tanpa dibayar kerja sampai malam bergotong-royong membangun rumah Sayekti. Ada yang membantu uang dan ada juga yang membangu material atau barang” tambahnya.

Awalnya Sayekti tinggal menumpang di rumah saudara. Ia juga harus meanggung ibunya yang sudah lanjut usia. Belum lagi anaknya semata wayang yang tinggal tak menentu. Kadang anaknya tidur di mushola atau pos ronda, karena memang tidak memiliki rumah sendiri.

Kini rumah sederhana layak huni seluas seluas 60 m2 jadi tempat tinggal mereka bertiga bersama ibu dan anaknya semata wayang. Jiwa gotong-royong warga dan kesukarelawanan KPT telah mewujudkan impian Sayekti untuk bahagia memiliki rumah sendiri.

Baca Juga:  Waspada PMK, Sri Mulyani Tinjau Pasar Hewan Prambanan

Penulis Joko Priyono Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 102 kali

Comments are closed.