Semangat Mencari Tuhan Warga di Lembah Girpasang Kala Ramadhan

KLATEN – Bulan suci Ramadhan menjadi bulan sangat istimewa bagi 34 warga di lembah Girpasang. Dukuh terpencil di lereng Merapi Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten yang ditinggali 12 kepala keluarga itu tidak kalah semangat menyambut kedatangan bulan puasa. Dari aktifitas mengaji, buka puasa bersama sampai sholat tarawih menjadikan geliat Ramadhan kian kentara biar pun dukuh ini terpencil dan sunyi dari keramaian.
Setiap Senin dan Jumat sore karpet merah sudah digelar di teras depan Masjid Girpasang. Tidak saja anak-anak, para pemuda Girpasang terlihat semangat mendengarkan tausyiah sang guru ngaji. Sambil mengenakan mukenah bagi jamaah perempuan dan celana jin masa kini, pemuda Girpasang tak mau ketinggalan mengejar berkah Ramadhan dengan aktifitas mengaji sambil menunggu bedug magrib untuk berbuka puasa.
Dituturkan Sri Wening Rohmiyati (32) seorang aktifis sosial asal Kebonarum, Klaten yang ikut mendampingi kegiatan bakti sosial dan pengajian di Girpasang mengabarkan kalau semangat warga di sana sangat antusias menyambut bulan suci Ramadhan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya aktifitas keagamaan di Girpasang tidak begitu terlihat.
“Di Girpasang itu sudah ada masjid yang bagus. Bahkan fasilitasnya sudah sangat lengkap seperti mukena, karpet atau tempat wudlu. Tapi mukena dan karpet itu jarang dipakai. Mengaji di sini oleh Ustad Asnan diajarkan tentang dasar-dasar agama seperti belajar sholat mulai dari niat dan gerakannya yang benar. Termasuk belajar wudlu yang benar. Alhamdulillah warga di sini sangat semangat menyambut Ramadhan” jelas Wening demikian wanita sosialita ini gemar disapa saat bincang-bincang dengan Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten (Rabu,21/04/21).
Menurut ibu dua anak yang juga tercatat sebagai ASN Kabupaten Klaten itu mengungkapkan sangat tersentuh melihat ibu-ibu yang sudah sepuh belajar agama. Karena selama ini 34 warga Girpasang tidak ada yang menuntun terkait ajaran islam. Maka tidak heran jika sebelumnya masjid itu bagus tapi sepi jamaah.
“Alhamdulillah mulai malam 1 Ramadhan di Masjdi Girpasang sudah ditegakan sholat lima waktu berikut tarawih. Diharapkan keberkahan Ramadhan menjadi berkah bagi seluruh warga Girpasang” tambahnya.
Akhir-akhir ini Girpasang terus menjadi buah bibir. Panorama alam yang segar, kedai kopi yang menggugah citarasa, sensasi meniti kereta gantung apalagi menikmati paras ayu wajah Merapi sungguh – sungguh membetot ketakjudan untuk memuja kebesaran alam ciptaan Tuhan.
Satu lagi yang tak kalah menggugah rasa adalah semangat warga menemukan Tuhan di lembah sunyi Girpasang. Mereka mencoba menemukan kebahagiaan dalam kesunyian melalui ritual Ramadhan. Warga Girpasang lebih memilih menemukan Tuhan dalam kesunyian, bukan hiruk pikuk keramaian yang kadang melalaikan.

Baca Juga:  Tidak Ada Mudik Lokal, Warga Perbatasan Diizinkan Melintas

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten.

telah dibaca: 77 kali

Comments are closed.