Simulasi Tanggap Bencana Warnai HUT SMA N 1 Klaten

Klaten – Suasana mencekam saat gempa bumi terjadi, seluruh warga sekolah SMA N 1 Klaten mulai bergegas menyelamatkan diri. Tetapi ketika usai gempa bumi terjadi masih ada korban yang tidak bisa terselamatkan dan meninggal dunia. Setelah gempa bumi, ada kejadian yang membuat para warga sekolah panik adanya titik-titik api yang menyala di sekolah mereka. Begitulah narasi cerita dari Simulasi Bencana yang diadakan di SMA N 1 Klaten dalam rangka peringatan HUT SMA Negeri 1 Klaten ke-62 Selasa (05/11).
“Menyiapkan Simulasi Tanggap Bencana ini hampir satu bulan, panitia simulasi ada 26 orang dari ektrakurikuler Pecinta Alam  dan organisasi lain di Smansa, bekerjasama dengan Tim SAR kabupaten Klaten, Tim Pemadam Kebakaran kabupaten Klaten, dan BPBD kabupaten Klaten. Acara ini bertujuan agar siswa-siswi SMA N 1 Klaten kedepan bisa lebih tanggap bencana selalu siap mental dan fisiknya ketika ada bencana” Ungkap Arya kelas XI IPA 6, selaku Ketua Pelakasana Simulasi Tanggap Bencana.

Edy Setiawan Pemadam Kebakaran (Damkar) sangat mengapresiasi setiap tahun ada simulasi tanggap bencana, ini merupakan cara mengurangi resiko bencana. Teman-teman dari SMA N 1 Klaten jadi siap ketika ada bencana seperti gempa bumi, kebakaran atau bencana susulan lainnya. Ini juga melatih cara mengorganisir resiko kebencanaan kepada siswa-siswi SMA N 1 Klaten. Damkar mensupport penuh alat yang digunakan untuk simulasi seperti tong, unit kontribuliter, dan vertical rescue. Skenarionya tadi juga dari Damkar ikut berdiskusi dan kami melakukan pendampingan dengan menerjunkan 5 pesonill. Harapannya tidak di SMA N 1 Klaten saja bisa diikuti oleh SMA/ SMK lain.

Subantarja dari Litbang SAR Klaten menambahkan simulasi gempa bumi yang berakibat kebakaran ini, SAR terlibat dalam penyusunan skenario sampai pada penguatan kapasitas temen-temen Panitia, dalam PPGD tentang evakuasi hingga nanti proses keberlanjutan acara ini. SAR menerjunkan 7 orang personel yang terlibat yaitu bagian bidang Operasi yang melakukan kegiatan gawat darurat untuk evakuasi.

Kristian Sapto Nugroho, Guru SMA N 1 Klaten sekaligus IC dalam Simulasi Tanggap Bencana mengatakan saat tadi bertugas mengkomando atau mengatur petugas yang ada disekolah, bagaimana jalannya penangung jawab bagaimana alur dari tanggap bencana, tim untuk Simulasi Tanggap Bencana sudah 5 kali latihan ini cukup lancar. Acara ini dilaksanakan karena sekolah ini SMA N 1 Klaten ini merupakan sekolah yang dalam zona bencana. Sehingga ketika ada bencana sewaktu-waktu, kita harus siap menanggulangi bencana meskipun secara mandiri. Acara Simulasi Tanggap Bencana ini penting dilaksanakan, karena bencana itu bisa datang sewaktu-waktu dan ketika siap untuk menghadapinya, maka akan meminimalisir resiko yang ada. Begitu sebaliknya ketika tidak siap maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis : Diskominfo Kabupaten Klaten

telah dibaca: 227 kali

Comments are closed.