Smart City dan Tol Jadi Isu Strategis Musrenbang Klaten 2021-2026

Klaten – Sejumlah isu strategis menjadi fokus musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2021-2026. Di antaranya Klaten Smart City dan pembangunan tol.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten, Sunarno mengatakan kedua isu strategis ini memiliki dampak pada arah pembangunan ke depan, khususnya dalam hal insfrastruktur. Dengan masuknya Klaten sebagai salah satu percontohan smart city di Indonesia, maka pembangunan infrastruktur harus menunjang keberadaan smart city.

“Begitu juga dengan pembangunan tol yang melintas di wilayah Klaten. Maka secara langsung mempengaruhi pembangunan di wilayah Klaten yang menunjang proyek strategis nasional ini. sehingga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya peningkatan perekonomian dan perkembangan wilayah,” paparnya saat memberikan paparan dalam Musrenbang RPJMD 2021-2026 di Grha Megawati, Rabu (2/6/2021).

Selain dua isu strategis tersebut, terdapat empat isu lainnya yang menjadi fokus musrenbang RPJMD 2021-2026. Yaitu kesejahteraan dan kualitas hidup, kondusifitas wilayah, daya saing dan ketahanan pangan, serta kelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana.

Baca Juga:  Bupati Sri Mulyani Hibahkan Bangunan dan Tanah Mapolsek Ngawen

Sementara, dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Klaten Maju, Mandiri, Sejahtera, Sunarno menjelaskan terdapat enam program unggulan yang digulirkan. Yang pertama penguatan ekonomi lokal dan iklim investasi melalui program implementasi Klaten Mapan atau mandiri pangan, Klaten Keren, Klaten Laris, dan Klaten Santer atau sahabat investor.

“Program ini diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan potensi lokal daerah agar berdaya saing serta meningkatkan Kabupaten Klaten sebagai daerah tujuan wisata dan tujuan investasi daerah,” katanya.

Yang kedua, pengurangan tingkat kemiskinan dan pengangguran melalui program Klaten Subur atau subsidi bunga ringan, Klaten Cetar atau cerdas dan terampil, dan Klaten Tangkis atau tangani kemiskinan. Sunarno menyembutkan tingkat kemiskinan dan penganguran di Klaten meningkat karena dampak pandemi Covid-19. Dengan demikian, keberadaan pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya ini juga menjadi pertimbangan rencana pembangunan ke depan.

Program unggulan yang ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program implementasi Klaten Toleran, Klaten Waras, dan Klaten Tuntas atau turunkan anak sekolah yang merupakan program penanganan anak tidak sekolah. Program yang keempat, peningkatan kelestarian lingkungan hidup, sumber daya alam, dan pengurangan resiko bencana. Program kelima yaitu peningkatan kualitas layanan publik dan keenam pemerataan kualitas dan kuantitas infrastruktur.

Baca Juga:  Arif Fuad Hidayat, Tokoh Penggiat Sungai Klaten Tutup Usia

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 57 kali

Comments are closed.