Tinjau Langsung, Puan Maharani Dorong Lestarikan Payung Juwiring Klaten

KLATEN- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani usai meresmikan Pasar Gedhe Klaten secara langsung meninjau pengrajin Payung di Desa Tanjung, Juwiring, Senin (04/12/2023). Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Bupati Klaten, Sri Mulyani, Kepala Daerah se-Solo Raya serta jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten mendatangi kelompok industri kreatif payung lukis Ngudi Rahayu, dalam rangka mendorong untuk melestarikan payung Juwiring.

Terlihat, Puan Maharani menyapa pengerajin yang sedang membuat payung dan dirinya mencoba untuk melukis diatas payung khas Juwiring. Selanjutnya, Ketua DPR RI tersebut juga membubuhkan tanda tangan diatas payung raksasa milik kelompok industri kreatif payung lukis Ngudi Rahayu sebagai simbol merawat tradisi payung Juwiring.

Dalam sambutannya Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan dirinya hadir bersama jajaran Kepala Daerah se-Solo raya untuk berkomitmen membantu melestarikan payung di Juwiring.

“Ini kalau tidak dilestarikan bisa hilang. Saya sebagai salah satu keluarga dari Kabupaten Klaten mendukung dan mendorong melestarikan payung Juwiring. Nanti bersama Bupati Klaten dan jajaran Pemerintah Daerah untuk membangun Desa Juwiring dan membenahi Desa Wisata Payung,” kata Puan.

Baca Juga:  34 Puskesmas Raih Akreditasi Paripurna, Bupati : Tingkatkan Layanan Kesmas

Puan Maharani juga meminta Kepala Daerah Solo raya untuk mempromosikan dan membeli produk payung Juwiring agar tetap dilestarikan.

“Jadi intinya kami mendukung dan mendorong pelestarian payung Juwiring. Nantinya kita akan mengembangkan semoga Sumber Daya Manusia (SDM) bisa bertambah, kemudian mau mengajak anak-anak muda untuk mau menggantikan atau regenerasi menjadi pengrajin payung Juwiring. Karena jika anak muda tidak mau melestarikan maka akan punah, terlebih payung ini sudah menjadi warisan budaya tak benda,” jelas Puan.

Sementara itu Pengrajin Payung, Ngadiyakur menyampaikan kelompok industri kreatif payung lukis Ngudi Rahayu hingga saat ini terdapat 50 orang pengrajin yang bergabung.

“Tetapi pengrajin yang bergabung, sangat disayangkan paling banyak pengrajin usia 80 tahun hingga 100 tahun. Jadi yang dibawah 30 tahun sangat sedikit dan disayangkan belum ada regenerasi,” kata Ngadiyakur.

Ngadi menjelaskan payung Juwiring memiliki sejarah dan merupakan warisan pusaka budaya leluhur, apabila tidak diselamatkan maka payung Juwiring akan tinggal kenangan.

“Jadi saya selaku pelaku usaha mengajak untuk bersama-sama melestarikan payung Juwiring. Terutama untuk anak muda nanti akan diadakan pelatihan untuk pembuatan payung Juwiring dan didampingi sampai benar-benar bisa. Kemudian disediakan alat untuk membuka usaha pembuatan payung Juwiring Klaten,”terang Ngadi.

Baca Juga:  Stabilkan Harga Pangan, Sri Mulyani Kembali Salurkan Bazar Pangan Murah di Kecamatan Prambanan dan Kebonarum

Terakhir, Ketua DPR RI didampingi Bupati Klaten menyerahkan sejumlah bantuan uang tunai kepada kelompok industri kreatif payung lukis Ngudi Rahayu.

(ttr-kominfo/klt)

telah dibaca: 103 kali

Comments are closed.