Tinjau Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrim, Stafsus Presiden : Butuh Kolaborasi

KLATEN – Program pengentasan kemiskinan ekstrim yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo terus dijalankan di seluruh wilayah Indonesia. Staff Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta berkunjung ke Kabupaten Klaten untuk meninjau sejauh mana pelaksanaan program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan di Klaten.

Kunjungan tersebut diterima langsung Bupati Klaten, Sri Mulyani dan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya secara langsung, Kamis (11/8/2022). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri Mulyani menyampaikan jumlah warga Klaten mencapai hampir 1,4 juta jiwa, sementara jumlah warga yang masuk dalam kondisi miskin mencapai 4,17 persen atau 40.070 jiwa yang sebagian tinggal di wilayah perdesaan.

“Saat ini Kabupaten Klaten masih masuk dalam daftar 19 wilayah dengan kemiskinan ekstrim di Jawa Tengah. Tentunya dengan kondisi ini, kami harus bekerja keras dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim ini,” ungkapnya.

Sejatinya, Pemkab Klaten telah memiliki sejumlah program strategi untuk menekan angka kemiskinan. Program yang digulirkan tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat agar terlepas dari kemiskinan.

“Namun untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh upaya dan kerja keras agar tujuan tersebut dapat tercapai. Apalagi angka kemiskinan di Klaten sempat naik karena adanya pandemi Covid-19,” kata Bupati.

Baca Juga:  Gubernur Jawa Tengah Membuka Pencanangan Desa Bersih Narkoba di Kabupaten Klaten

Staff Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta menilai program yang telah digulirkan oleh Pemkab Klaten sudah sangat baik. Namun masih dibutuhkan lompatan kebijakan agar program yang telah digulirkan dapat berjalan lebih efektif.

“Program pengentasan kemiskinan ekstrim tidak dapat diselesaikan dengan APBD saja. Dibutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk berkolaborasi membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup. Seperti keterlibatan pihak perbankan dan pelaku usaha, sehingga program telah ada diharapkan berimbas pada peningkatan taraf hidup warga miskin, di antaranya dengan adanya peningkatan penghasilan,” paparnya.

(ang/Kominfo-klt)

telah dibaca: 52 kali

Comments are closed.