TMMD Prioritaskan Pembangunan Jalur Evakuasi di Klaten

KLATEN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 96 tahun 2016 yang berlangsung 3 Mei hingga 1 Juni, di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang mengutamakan pembangunan jalan lingkar evakuasi baru.

Hal itu berkaca pada pengalaman tahun 2010 dimana banyak korban karena berebut jalan.

Kades Panggang Nandang Nuryanto berujar, berdasarkan pengalaman tersebut ia kemudian mengusulkan pembukaan lahan yang akan dibeton sebagai jalan evakuasi. Menurutnya pada proses erupsi Merapi silam, jalan yang digunakan hanya satu.

“Kami babat alas antara warga dan tentara pada pra TMMD kemarin. Jalan baru yang akan dibeton pada kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa diharapkan sebagai jalan alternatif yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi erupsi. Hal itu diharapkan dapat mempermudah sekaligus meminimalisir jatuhnya korban,” katanya, Kamis (28/4/2016) di aula Kodim 0723/Klaten.

Ia mengatakan, jalan lama sudah tidak memadai lagi jika digunakan sebagai jalur evakuasi. Menurutnya, sewaktu erupsi 2010, banyak pula warga dari Yogyakarta yang melewatinya untuk menyelamatkan diri. Oleh karena pihaknya mengusulkannya pada program TMMD Regular ke 96.

Adapun, panjang jalan lingkar evakuasi yang akan dibeton memiliki panjang 1.595 meter, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,1 meter.

Nandang berujar, setelah dibeton secara bergotong royong melalui program dari TNI pihaknnya masih memiliki PR untuk menyelesaikan pembangunan jalan lingkar evakuasi. Dikatakannya, total panjang jalan tersebut sekitar 4000 meter.

“Nanti sisanya akan kita anggarkan dengan pembiayaan dari dana desa. Disamping itu kami juga akan membangun jalan-jalan tikus sebagai jalur evakuasi. Dan yang lebih penting jalur yang sudah dibangun kami tutup sepenuhnya untuk truk pengangkut material golongan c,” tegas Nandang.

Sementara itu, Dandim 0723/Klaten Letkol (inf) Bayu Jagat mengatakan, pihaknya akan menerjunkan satu satuan setingkat kompi (SSK) personel TNI dibantu petugas kepolisian, Linmas dan warga.

Dirinya menjelaskan, total pelaksanaan dana TMMD tahun 2016 mencapai Rp 570.650.000. Dana tersebut berasal dari pantuan APBD Propinsi Jateng dan Kabupaten Klaten sebesar Rp 345.600.000 dan bantuan dari Mabes TNI sebanyak Rp 225.050.000.

“Disamping betonisasi jalan, adapula rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit, rehabilitasi jamban sebanyak 8 unit, pendampingan kepada masyarakat dan sosialisasi tentang bahaya gerakan ekstremisme macam ISIS, bahaya narkoba serta wawasan kebangsaan,” ungkap Bayu.

Disamping itu, rencananya para prajurit yang mengikuti TMMD akan tinggal di Desa Panggang dan mendapatkan uang saku serta uang makan. (*)

telah dibaca: 28 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *