Unit Layanan Kesehatan Harus Terkreditasi Agar Memberikan Pelayanan Prima

DSC05927
DSC05954
DSC05952
DSC05950
DSC05948
DSC05946
DSC05944
DSC05930
DSC05929
DSC05956

KLATEN – Tiga orang Surveyer Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mengadakan penilaian terhadap kinerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Klaten Tengah. Penerimaan kunjungan tim penilai yang akan melaksnakan tugas selama tiga hari (Senin 29/10 hingga Rabu 01/11))  dipimpin dokter Khairul Anwar,  dilakukan oleh Staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia dokter Rony Rukminto didampingi Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan dokter Cahyono Widodo di rumah makan Merapi Resto, Minggu (29/10) malam.

Staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia dokter Rony Rukminto mengemukakan mewakili Pelaksana tugas bupati mengatakan, sudah saatnya unit layanan kesehatan terakreditasi sehingga mempunyai standar pelayanan yang jelas dan bermutu dilakukan secara profesional. Disamping itu masyarakat sangat menginginkan adanya keramah-tamahan petugas saat memberikan pelayanan.

Menurut dokter Rony, akreditasi sebagai tolok ukur pelayanan yang smart bisa mendukung layanan disisi etika, karena pelayanan kesehatan saat ini harus diaksanakan secara profesional yang dijalankan secara kompeten. Maka secara harfiah petugas pelayanan kesehatan utamanya yang berada di Puskesmas diharapkan terus dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan disertai etika yang tinggi agar dalam membeikan pelayanan dapat dilaksanakan secara prima.

Kepala Puskesmas Klaten Tengah, drg Emyliana Leksi mengemukakan, puskesmas yang diperkirakan sudah berdiri sejak sebelum Kemedekaan itu kini setiap hari rata-rata melayani 194 pasien. Pelayanan yang juga dilakukan di delapan Pos kesehatan desa di Klaten Tengah tersebut, dilakukkan oleh 27 orang Pegawai Negeri Sipil, 3 pegawai tidak tetap dan 6 orang karyawan kontrak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dokter Cahyono Widodo ditemui ditengah acara berlangsung mengemukakan, dari 34 Pusekesmas di Klaten yang telah terakreditasi sebanyak 23 unit. Penilaian dilakukan pada tahun 2016 sebanyak 7 unit, tahun 2017 sebanyak 17 unit dan sisanya ditargetkan sudah terakreditasi pada tahun 2018. ‘’ Yang sudah terakreditasi, sebanyak tiga unit katagori dasar, empat unit katagori madya dan satu unit katagori utama, sedang penilaian yang dilakukan tahun 2017 hingga kini hasilnya belum keluar ‘’ ujarnya.

Ketua Tim Penilai dokter Khairul Anwar mengatakan, maksud dan tujuan akreditasi adalah untuk meningkatkan atata kelola Puskesmas dalam penyelenggaraan dan upaya pelayanan kesehatan, meningkatkan mutu/kinerja Puskesmas dalam pelayanan dab keselamatan pasien dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan . Sedang manfaat akreditasi antara lain untuk membrikian keunggulan kompetitif, menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, menghindari variasi dalam pelayanan, ketertiban pendokumentasian, keamanan dalam bekerja maupun meningkatkan peningkatan pengelolaan resiko.`

Kedepan, kata Khairul Anwar lebih lanjut, penilaian akreditasi selain dilakukan pada unit layanan kesehatan termasuk Puskesmas, juga di Poliklinik maupun laboratorium. Sedang penilaian akreditasi yang dilaksanakan mulai tahun 2016 oleh 350 tim itu saat ini baru menyeleseikan sebanyak 2228 Puskesmas ( termasuk Klaten tengah) dari sekitar 9500 Puskesmas yang ada di Indonesia.

telah dibaca: 63 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *