Usia 102 Tahun, Mbah Lamidi Semangat Ikuti Vaksinasi Covid-19

KLATEN – Cerita Mbah Lamidi yang bersemangat mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 bisa menjadi inspirasi masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi. Dengan usia lebih dari se-abad, tidak ada kekhawatiran dari warga Desa Jambakan, Kecamatan Bayat ini saat divaksin.

Manula yang genap berusia 102 tahun ini mengikuti vaksinasi massal yang digelar di balai desa setempat, Senin (4/9/2021). Meski telah berusia lanjut, kakek yang memiliki nama lengkap Lamidi Kasto Suwito ini berangkat sendiri dengan berjalan kaki dari rumahnya di Dukuh Barengan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi vaksinasi. Semangatnya inipun diapresiasi oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani melalui unggah di akun resmi Instagram-nya, @yani_sunarno.

“Jangan kalah dengan Mbah Lamidi Kasto Suwito salah satu warga Desa Jambakan, Bayat yang sudah berusia 102 tahun. Mbah Lamidi berkenan mendatangi ke sentra vaksinasi untuk divaksin, demi melindungi diri dan peduli sesama. Usia bukan suatu alasan untuk terus semangat menjadi sehat. Sehat terus Mbah, beliau menjadi inspirasi bagi kita semua,” tulis Bupati dalam unggahannya.

Kepala Desa Jambakan, Jaka Hartono mengatakan Mbah Lamidi merupakan satu dari 367 warganya yang mengikuti vaksinasim, Senin lalu. Saat datang ke sentra vaksinasi, hasil cek kesehatan Mbah Lamidi cukup baik sehingga diizinkan untuk mendapatkan dosis vaksin jenis Sinovac. Menurutnya ada sekitar 20 warga Jambakan yang berusia 90 tahun ke atas saat mengikuti vaksinasi tersebut.

Baca Juga:  Penghapusan Sanksi Denda PBB Diperpanjang Hingga 31 Desember 2021

“Awalnya dari Pemdes Jambakan akan melakukan penjemputan warga manula, khususnya yang usianya lebih dari 90 tahun. Namun yang bersangkutan justru datang sendiri dengan berjalan kaki,” ungkapnya dihubungi Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten, Kamis (7/9/2021).

Mbah Lamidi memang dikenal sebagai lansia dengan gaya hidup yang sehat. Di usianya tersebut, ia masih aktif mencari pakan untuk ternak sapinya. Jaka mengatakan setiap pasaran paing dan kliwon dalam penanggal Jawa, Mbah Lamidi selalu pergi ke Pasar Masaran, Cawas untuk berjualan ternak.

“Dan setiap hari pasaran itu, beliau selalu jalan kaki dari rumahnya sampai ke pasar, sejak saya masih kecil Mbah Lamidi kemana-mana memang jalan kaki. Inilah yang menjadikan beliau sehat sampai usia sekarang,” katanya.

Ia menambahkan tidak ada bujukan atau bahkan paksaan yang membuat Mbak Lamidi mengikuti vaksinasi Covid-19. Adapun sosialisasi kegiatan vaksinasi dilakukan melalui pengurus RT dan RW di Jambakan.

“Setelah dapat sosialisasi itu, Mbah Lamidi berangkat dengan sukarela. Bahkan beliau tetap disiplin memakai masker saat datang ke balai desa. Semangat Mbah Lamidi ini semoga memberikan inspirasi bagi masyarakat di Kabupaten Klaten untuk ikut menuntaskan vaksinasi,” paparnya.

Baca Juga:  Bupati Klaten Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya 2020

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 63 kali

Comments are closed.